Asia TenggaraKemitraan

Singapura akan menempatkan pesawat jet tempur F-35B secara permanen di pangkalan A.S.

0 0 votes
Article Rating

Staf FORUM

Singapura akan menempatkan secara permanen 12 pesawat jet tempur siluman generasi kelima F-35B di pangkalan militer Amerika Serikat mulai akhir tahun 2026. Upaya ini memperluas kemitraan selama puluhan tahun yang mencakup penempatan detasemen pesawat jet tempur Singapura di A.S. untuk melakukan pelatihan dan latihan.

Singapura, yang kepadatan penduduknya mencapai 6,2 juta jiwa di wilayah seluas kurang dari 750 kilometer persegi, memiliki ruang terbatas untuk aset pertahanan dan pelatihan militer. Beberapa pilot pesawat tempurnya, bersama dengan pilot dari negara Sekutu dan mitra, termasuk Finlandia, Jerman, Polandia, dan Swiss, berlatih bersama pasukan A.S. di Pangkalan Garda Nasional Udara Ebbing di Fort Smith, Arkansas.

“Penempatan F-35B di Ebbing akan memberikan ruang udara pelatihan yang luas dan tanpa batasan, serta memungkinkan para pilot untuk mendapatkan akses ke instruktur A.S. yang berpengalaman dan personel dari negara-negara mitra pengguna F-35 lainnya,” demikian yang dilaporkan situs web EurAsian Times pada September 2026. “Selain itu, upaya ini akan memungkinkan pelaksanaan penerbangan dengan tempo tinggi serta memberikan akses ke taktik multinasional kompleks bagi awak Singapura, yang sulit direplikasi di [Singapura] akibat keterbatasan ruang udara.”

Kementerian Pertahanan (Ministry of Defence – MINDEF) Singapura akan menggelontorkan dana sebesar 71,53 triliun rupiah (4 miliar dolar A.S.) untuk membeli 20 unit pesawat F-35 Lightning II buatan A.S. Pesawat yang akan dikerahkan ke Arkansas itu dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal serta melayang di udara. Pesawat jet itu mampu membawa muatan persenjataan seberat 6.800 kilogram dan memiliki jangkauan terbang sejauh 1.667 kilometer.

— KISAH BERLANJUT DI BAWAH —

Gabung dengan bahasan ini

Bagaimana negara Anda bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memastikan keselamatan dan keamanan di Indo-Pasifik?

Delapan pesawat jet F-35A membutuhkan landasan pacu standar dan akan beroperasi dari Pangkalan Udara Tengah Singapura mulai tahun 2029. Pesawat itu memiliki kapasitas muatan persenjataan sebesar 8.160 kilogram dan jangkauan sejauh 2.200 kilometer.

Pembelian itu merupakan langkah modernisasi penting bagi Angkatan Udara Singapura (Republic of Singapore Air Force – RSAF). Pesawat F-35 akan menggantikan armada pesawat tempur F-16. RSAF juga mengerahkan pesawat tempur F-15SG. Pesawat F-35 akan membantu “memenuhi persyaratan operasional kami dan mempertahankan armada pesawat tempur yang kuat guna menjaga langit Singapura,” demikian ungkap MINDEF.

Australia, Jepang, Korea Selatan, dan A.S. juga mengoperasikan atau tengah mengakuisisi pesawat tempur F-35, sehingga meningkatkan interoperabilitas di antara Sekutu dan Mitra di Indo-Pasifik, demikian yang dilaporkan majalah National Defense pada Februari 2026.

Selain detasemen pesawat jet tempur RSAF, A.S. menampung lebih dari 1.000 personel militer Singapura untuk mengikuti pelatihan, demikian yang dilaporkan Departemen Luar Negeri A.S.

Singapura memainkan “peran sangat penting” dalam mendukung keamanan Indo-Pasifik, demikian menurut Departemen Luar Negeri A.S., termasuk melalui kerja sama di bidang keamanan perbatasan dan maritim, kesiapsiagaan militer, kontraproliferasi, keamanan siber, dan kontraterorisme. Berbagai latihan bilateral tahunan meliputi Pacific Griffin, Tiger Balm, Valiant Mark, dan Commando Sling.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Artikel Terkait

Back to top button
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x