A.S. mengumumkan pengerahan senjata ruang angkasa
Sentry
Para pemimpin militer Amerika Serikat menekankan arti penting strategi penangkalan di ruang angkasa ketika mereka mengatakan bahwa negara itu telah mengerahkan persenjataan di orbit Bumi.
Dalam Konferensi Udara, Ruang Angkasa, dan Siber tahunan yang berlangsung pada September 2026 di Maryland, Marsekal Angkatan Udara A.S. Dan Caine, yang menjabat sebagai ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan bahwa militer harus siap untuk “bertempur, bertahan, dan menang … mulai dari dasar laut hingga ruang angkasa cislunar,” demikian menurut The Associated Press (AP). Ruang angkasa cislunar adalah kawasan di antara Bumi dan bulan.
Sekretaris Angkatan Udara A.S. Troy Meink, yang memimpin Angkatan Udara A.S. dan Angkatan Ruang Angkasa A.S., mengatakan bahwa persiapan telah dimulai.
“Saat ini, kami terus memastikan bahwa kami tetap siap menghadapi tantangan ancaman yang terus berkembang di mana pun ancaman itu ada. Inilah sebabnya mengapa Amerika Serikat kini memiliki senjata kendali ruang angkasa yang beroperasi di orbit, yang mampu melindungi pasukan gabungan dari tindakan permusuhan pihak lawan,” ungkap Troy Meink dalam konferensi itu, demikian menurut Air & Space Forces Magazine.
Komentarnya disampaikan sebulan setelah Marsekal Angkatan Ruang Angkasa A.S. Stephen Whiting, yang juga menjabat sebagai komandan Komando Ruang Angkasa A.S., menyebut akuisisi persenjataan antisatelit (ASAT) sebagai hal yang vital bagi upaya penangkalan. “Untuk menang, kita membutuhkan daya tembak kinetik dan nonkinetik yang kredibel dan diakui,” ungkap Stephen Whiting, demikian menurut situs web The War Zone.
Sistem kinetik mengacu pada persenjataan tradisional yang menyerang sasaran secara fisik seperti rudal; sistem nonkinetik dapat mencakup kapabilitas seperti peperangan elektronik atau siber. “Keduanya merupakan komponen kunci dalam cara kita membangun keunggulan di ruang angkasa dan memulihkan daya tangkal yang kredibel,” ungkap Stephen Whiting.
Untuk itu, Troy Meink mengatakan penting untuk membahas keberadaan senjata kendali ruang angkasa A.S. guna membangun daya tangkal. “Kami tidak akan membahas perincian mengenai apa yang tengah kami lakukan, apakah kami sudah mengujinya atau belum, atau hal lainnya,” ungkapnya, demikian menurut situs web teknologi Ars Technica. Kendali ruang angkasa mengacu pada tindakan untuk melindungi pasukan ruang angkasa A.S. dan sekutunya, serta tindakan ofensif untuk melumpuhkan kapabilitas ruang angkasa lawan.
Tiongkok dan Rusia memandang ruang angkasa sebagai ranah peperangan untuk menghalangi keunggulan informasi A.S., demikian ungkap Angkatan Ruang Angkasa A.S. Kedua negara itu memiliki rudal ASAT, tengah menguji coba sistem ASAT orbital, serta mengerahkan kapabilitas kinetik dan nonkinetik lainnya.
Pada tahun 2024, para pejabat A.S. melaporkan bahwa Moskow berniat mengembangkan senjata ruang angkasa berkemampuan nuklir. Ledakan nuklir di orbit Bumi rendah dapat dengan seketika menghancurkan atau merusak ribuan satelit serta melumpuhkan sistem penentuan posisi, navigasi, dan waktu global — infrastruktur yang krusial bagi komunikasi, transaksi keuangan, transportasi, dan berbagai layanan lainnya di seluruh dunia.
Perjanjian Ruang Angkasa 1967 yang bersifat internasional melarang senjata pemusnah massal, namun tidak membatasi pengerahan persenjataan konvensional.
Penggunaan senjata kinetik di ruang angkasa akan menghasilkan puing-puing yang membahayakan satelit. A.S. lebih memilih senjata ruang angkasa yang tidak menghasilkan puing-puing, demikian menurut Ars Technica.
Troy Meink juga menyatakan bahwa Angkatan Ruang Angkasa A.S. telah memproduksi alutsista “siap terbang” untuk pencegat berbasis ruang angkasa yang mampu melumpuhkan rudal musuh dari orbit. Teknologi ini merupakan komponen utama dari inisiatif Golden Dome Departemen Perang A.S.
“Sangatlah penting bagi kami untuk mempertahankan dominasi kami, tidak hanya di udara tetapi juga di ruang angkasa,” ungkapnya. “Jadi, kami harus mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa ketika kami terancam, kami dapat menanganinya.”
Sentry merupakan majalah militer profesional yang diterbitkan oleh Komando Strategis A.S. untuk menyediakan forum bagi personel keamanan nasional.



