Angkatan Udara A.S. dan Brunei memperkuat kerja sama di Pacific Angel
Angkatan Udara A.S. di Pasifik
Personel Angkatan Udara Brunei dan Amerika Serikat melaksanakan latihan Pacific Angel di Pangkalan Udara Rimba, Brunei, pada Agustus dan September 2026 untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi misi pencarian dan penyelamatan serta tanggap bencana.
“Kami berharap dapat meningkatkan kapasitas dan kesiapan operasional kami dalam operasi pencarian dan penyelamatan, serta operasi bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana melalui latihan ini,” ungkap Mayor Angkatan Udara Brunei Izdihar Imran, komandan Skuadron 11 sekaligus wakil direktur bersama latihan itu.
Latihan selama lima hari itu mempertemukan lima skuadron Angkatan Udara Brunei dan layanan medis Pasukan Darat Brunei bersama dengan personel Pasukan Cadangan Angkatan Udara, Garda Nasional Udara, serta Angkatan Udara A.S.
Pesawat yang berpartisipasi meliputi helikopter S-70i Black Hawk dan pesawat angkut C-295MW Brunei, serta pesawat HC-130J A.S. dari Pangkalan Angkatan Udara Davis-Monthan, Arizona. Helikopter Black Hawk berlatih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan bersama dengan personel A.S. dari Skuadron Penyelamatan ke-48.
Sesi pelatihan yang dipimpin oleh Brunei mencakup pengenalan pesawat serta penyampaian perspektif dari personel penerbangan sipil dan personel pencarian dan penyelamatan sipil, sementara itu personel medis udara A.S. melaksanakan prosedur pemuatan pasien dan konfigurasi pesawat. Pelatihan itu menghubungkan prosedur militer dengan peran petugas tanggap darurat.
“Angkatan Udara Brunei membawa pengalaman berharga dalam beroperasi di lingkungan maritim dan hutan,” ungkap Sersan Satu Angkatan Udara A.S. Jamal Miqbel, petugas angkutan barang HC-130J Skuadron Penyelamatan ke-79. “Mempelajari cara mereka beroperasi memberi kita pengalaman yang biasanya tidak kita dapatkan di tanah air.”
Pelatihan medis berfokus pada berbagai keterampilan yang mencakup triase dan evakuasi pasien.
“Tim medis kami hadir di sini untuk berkolaborasi dan belajar bersama dengan mitra kami dari Angkatan Udara Brunei dalam merespons kejadian korban massal serta menyiapkan pasien untuk dievakuasi,” ungkap Mayor Angkatan Udara A.S. Madison Chilton, perencana medis utama latihan itu. “Berlatih bersama-sama meningkatkan kemampuan kita untuk berkolaborasi di masa damai dan merespons secara efektif saat terjadi keadaan darurat yang sesungguhnya.”
Dalam simulasi skenario korban massal dan evakuasi medis udara, personel memindahkan pasien dari pesawat Brunei ke pesawat HC-130J, sehingga memungkinkan tim untuk mengoordinasikan prosedur saat melibatkan personel dan peralatan dari berbagai negara.
Pelatihan pencarian dan penyelamatan mencakup penerjunan personel dan peralatan melalui udara di atas wilayah darat dan perairan, yang melengkapi pertukaran di bidang medis.
“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Angkatan Udara A.S. dan semoga dapat melanjutkan kemitraan ini selama bertahun-tahun mendatang,” ungkap Izdihar Imran.



