KemitraanOseania

Angkatan darat Australia dan Selandia Baru menegaskan kembali kerja sama yang telah lama terjalin

0 0 votes
Article Rating

Departemen Pertahanan Australia

Angkatan darat Australia dan Selandia Baru telah memperkuat hubungan yang telah lama terjalin dengan penandatanganan Rencana ANZAC yang diperbarui, yang mendukung pelatihan, pengerahan, dan operasi bilateral.

Perjanjian itu, yang ditandatangani oleh Kepala Angkatan Darat Australia Letjen Susan Coyle dan Kepala Angkatan Darat Selandia Baru Mayjen Rose King, meningkatkan interoperabilitas dengan menyelaraskan kapabilitas, pelatihan, dan kesiapan untuk menanggapi tantangan operasional yang muncul.

Penandatanganan itu merupakan keterlibatan resmi pertama Susan Coyle sebagai kepala Angkatan Darat Australia, yang menggarisbawahi arti penting hubungan pertahanan kedua negara dan prioritas yang diberikan pada kerja sama angkatan darat.

Rencana ANZAC mengakui ikatan sejarah mendalam di antara kedua angkatan darat. Pasukan kedua negara pertama kalinya berdinas bersama-sama sebagai Korps Angkatan Darat Australia dan Selandia Baru (Australian and New Zealand Army Corps – ANZAC) pada tahun 1915 selama Perang Dunia I.

“Rencana ANZAC dibangun di atas lebih dari satu abad pengabdian dan kerja sama bersama, memastikan bahwa angkatan darat kita siap untuk berlatih, dikerahkan, dan beroperasi berdampingan untuk menghadapi tantangan hari ini dan besok,” ungkap Susan Coyle.

“Ikatan di antara angkatan darat kita ini unik, ditempa melalui sejarah bersama, dan diperkuat melalui komitmen berkelanjutan kita terhadap keamanan dan stabilitas regional,” ungkapnya.

Rose King mengatakan bahwa perjanjian yang diperbarui ini akan memastikan kemitraan itu tetap kuat.

“Beberapa hubungan terbentuk karena keadaan. Hubungan kami ditempa melalui pengabdian,” ungkapnya. “Secara lintas generasi, Prajurit Australia dan Selandia Baru telah saling mendukung pada saat-saat krusial. Rencana ANZAC memastikan generasi berikutnya akan melakukan hal yang sama dengan kepercayaan lebih besar, integrasi lebih besar, dan tujuan lebih besar daripada sebelumnya.”

Rencana yang diperkuat ini sejalan dengan peningkatan integrasi pasukan, sebagaimana diuraikan dalam pernyataan “Anzac 2035: Mengoperasionalkan Aliansi Australia-Selandia Baru” yang ditandatangani pada tahun 2026.

“Laut Tasmania tidak pernah menjadi pemisah yang berarti bagi angkatan darat kita; justru nilai-nilai bersama yang kita anut telah mengikat mereka menjadi satu,” ungkap Rose King. “Rencana ANZAC adalah janji kita bahwa, apa pun tantangan yang ada di depan, Australia dan Selandia Baru akan menghadapinya bukan sebagai tetangga yang berdiri berdampingan, tetapi sebagai mitra, yang sangat berkomitmen dengan satu sama lain, bergerak maju bersama-sama.”

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Artikel Terkait

Back to top button
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x