KemitraanRegional

Latihan multinasional Valiant Shield membangun ‘kemampuan praktis di dunia nyata’ untuk pasukan gabungan

0 0 votes
Article Rating

Staf FORUM

Pasukan Sekutu meningkatkan interoperabilitas dan mengasah kemampuan mereka untuk mempertahankan operasi multiranah bersama dan gabungan selama Latihan Valiant Shield 2026, dengan berbagai latihan kompleks di wilayah Pasifik Barat yang membentang dari Guam hingga Jepang.

Latihan multinasional Valiant Shield 2026 menampilkan lebih dari 200 pesawat terbang dan 20 kapal permukaan yang melakukan latihan dari Guam hingga Jepang. KOPRAL DUA AUSTIN SALAZAR/ANGKATAN UDARA A.S.

Latihan dua tahunan edisi ke-11 ini, yang dimulai pada tahun 2006 sebagai keterlibatan unilateral Amerika Serikat, menampilkan lebih dari 200 pesawat terbang dan 20 kapal permukaan, termasuk Kelompok Kapal Induk Pemukul USS George Washington Angkatan Laut A.S., demikian menurut Armada Pasifik (PACFLT) A.S. Latihan yang berlangsung dari 22 Juni hingga 1 Juli ini meliputi latihan penenggelaman kapal, operasi medis, pengisian ulang pasokan perbekalan bilateral, lintas dek, penembakan dengan amunisi aktif, dan peluncuran balon ketinggian tinggi. Pelatihan juga dilakukan di sekitar Kepulauan Mariana Utara.

Valiant Shield “membangun kemahiran dunia nyata dalam mempertahankan pasukan gabungan melalui mendeteksi, menemukan, melacak, dan melibatkan berbagai unit di laut, di udara, di darat, dan di ruang siber,” demikian ungkap PACFLT. Pelatihan ini, yang menggabungkan teknologi dan strategi yang sedang berkembang, memungkinkan “pasukan bersama dan gabungan untuk merespons krisis dan kontingensi dengan cepat di seluruh spektrum operasi mulai dari bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana hingga konflik bersenjata.”

Prajurit dan pengamat diperkirakan akan datang dari Australia, Kanada, Jepang, dan Selandia Baru. Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Self-Defense Force – JSDF), yang pertama kalinya berpartisipasi pada tahun 2024, menyelenggarakan latihan di berbagai penjuru kepulauan itu, serta di wilayah udara dan perairan negara itu. Sekitar 4.100 prajurit, 150 kendaraan, dan 60 pesawat terbang JSDF ikut serta dalam latihan itu, demikian menurut surat kabar Stars and Stripes.

“Pasukan Bela Diri Jepang akan meningkatkan kapabilitas taktisnya, memperkuat koordinasi dengan sekutu dan negara-negara yang berpandangan serupa, serta semakin memperkuat kapabilitas penangkalan dan respons di kawasan Indo-Pasifik, sehingga berkontribusi pada pertahanan Jepang serta perdamaian dan stabilitas kawasan ini,” demikian ungkap Kementerian Pertahanan Jepang.

Pasukan terjun payung Pasukan Bela Diri Darat Jepang mempersiapkan diri untuk naik ke atas pesawat C-130J Super Hercules Angkatan Udara A.S. di Pangkalan Udara Yokota, Jepang, selama Latihan Valiant Shield 2024. SERSAN KEPALA SPENCER TOBLER/ANGKATAN UDARA A.S.

Kapal fregat HMCS Charlottetown Angkatan Laut Kanada akan melakukan pelatihan peperangan antikapal selam, sementara itu personel dari Wing 2 Bagotville Angkatan Udara Kanada akan bergabung dalam pelatihan perbaikan kerusakan lapangan terbang multinasional di wilayah A.S. di Guam.

“Seiring meningkatnya aktivitas militer dan persaingan geopolitik global, koordinasi erat dengan sekutu dan mitra tetap sangat penting,” ungkap Departemen Pertahanan Nasional Kanada. “Kawasan yang stabil sangat penting untuk melindungi rute perdagangan global, mendukung ketahanan ekonomi, dan memajukan kepentingan strategis jangka‑panjang Kanada.”

Unit-unit A.S. yang berpartisipasi termasuk Satuan Tugas Multiranah ke-3 (3rd Multi-Domain Task Force – 3MDTF) Angkatan Darat, yang mengerahkan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (High Mobility Artillery Rocket System – HIMARS) dan sistem rudal Typhon ke Pangkalan Udara Kanoya Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, dan Batalion Efek Multiranah ke Guam. Pengerahan sementara HIMARS dan Typhon, yang tidak akan mencakup latihan penembakan dengan hulu ledak aktif, baru pertama kalinya dilakukan di Kanoya.

“Latihan ini berfungsi sebagai kesempatan untuk memvalidasi dan menyempurnakan kapabilitas multiranah mutakhir — seperti operasi berdurasi panjang, jangkauan jauh, pengindraan mendalam, serta efek nonkinetik — yang memperkuat penangkalan terpadu,” ungkap Kolonel Wade Germann, komandan 3MDTF.

3MDTF menyediakan kemampuan penembakan dan efek presisi jarak jauh berbasis darat di seluruh Indo-Pasifik untuk mendukung operasi gabungan di semua ranah. Selama Valiant Shield, satuan tugas itu melakukan pengujian dan eksperimen di Guam untuk mengintegrasikan sistem pengindraan mendalam dan peperangan elektronik guna menyempurnakan penargetan multiranah dan memberikan efek simultan dalam mendukung pasukan gabungan.

— KISAH BERLANJUT DI BAWAH —

Gabung dengan bahasan ini

Bagaimana angkatan bersenjata Anda mendapatkan manfaat dari latihan multiranah dengan Sekutu dan Mitra?

“Melalui latihan unit, latihan komando dan kendali, serta koordinasi bertanggung jawab dengan otoritas lokal, masyarakat, dan pasukan gabungan, pengerahan ini memperkuat kesiapan, meningkatkan interoperabilitas, dan menyokong penangkalan serta Pasifik yang Bebas dan Terbuka,” ungkap Wade Germann.

Valiant Shield juga akan menampilkan uji coba drone tempur MQ-28 Ghost Bat yang dikembangkan di Australia, yang dapat bekerja sama dengan pesawat berawak, dan radar pelacak ruang angkasa baru. Scout-S menggunakan teknologi pemindaian 3D dan susunan antena radiasi langsung untuk menyediakan kemampuan pelacakan berkelanjutan terhadap objek-objek di orbit rendah Bumi dan orbit sangat rendah Bumi, demikian menurut produsen yang berkantor pusat di A.S., LeoLabs. Sistem ini dapat diangkut melalui udara, darat, atau laut dalam kontainer pengapalan standar berukuran 20 kaki.

Latihan multilateral seperti Valiant Shield “menunjukkan kekuatan dan keserbagunaan pasukan bersama dan gabungan” serta mempersiapkan pasukan sekutu dan mitra untuk memproyeksikan kekuatan secara regional dan global, demikian ungkap PACFLT.

“Dengan melatih kapabilitas multiranah tingkat lanjut bersama dengan Sekutu kami, kami memastikan dapat terus berinovasi dan beroperasi bersama-sama tanpa hambatan, memproyeksikan kekuatan tempur bersama-sama, dan mengatasi setiap tantangan — bersama-sama,” ungkap Laksamana Steve Koehler, komandan PACFLT.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Artikel Terkait

Back to top button
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x