Pemutakhiran pangkalan udara Australia meningkatkan hubungan bilateral dengan A.S.

Pemutakhiran pangkalan udara Australia meningkatkan hubungan bilateral dengan A.S.

Cerita populer | Mar 31, 2020:

Tom Abke

Pemutakhiran pangkalan udara Australia senilai 10,65 triliun rupiah (723 juta dolar A.S.) akan menciptakan 300 lapangan kerja dan meningkatkan kemampuan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force – RAAF) dan Angkatan Udara Amerika Serikat untuk beroperasi di kawasan Indo-Pasifik.

Pemutakhiran Pangkalan Udara Tindal RAAF, sebuah pangkalan udara di Wilayah Utara Australia di dekat kota Katherine, akan mendukung tujuan pelatihan bersama dan keterlibatan regional Australia dan A.S. “Ini merupakan demonstrasi nyata dari kekuatan aliansi dan kontribusinya yang kuat terhadap keamanan dan kerja sama regional,” ungkap seorang juru bicara Departemen Pertahanan Australia kepada FORUM.

Dia menambahkan bahwa selain meningkatkan kegiatan bilateral, pangkalan yang dimutakhirkan itu akan meningkatkan keterlibatan Pasukan Pertahanan Australia (Australian Defence Force – ADF) dengan mitra lain di kawasan itu dan memperluas jangkauan kemampuan RAAF di Indo-Pasifik serta memberikan dukungan untuk berbagai operasi seperti misi tempur udara dan respons terhadap bencana alam.

Pemutakhiran spesifik terhadap pangkalan udara yang berusia 78 tahun itu akan mencakup pemanjangan, penguatan, dan pelebaran landasan pacu; menyelaraskan ulang landasan keluar masuk (taxiway) paralel; membuat terminal pergerakan udara dan apron parkir pesawat yang lebih besar; dan membangun ladang bahan bakar penerbangan baru untuk mendukung pengisian bahan bakar udara-ke-udara.

Peningkatan lainnya akan mencakup infrastruktur kritis seperti listrik, air, dan pembuangan limbah, serta 108 unit tempat tinggal baru bagi personel ADF.

“Proyek ini juga akan meningkatkan aksesibilitas bagi pesawat terbang Angkatan Udara Amerika Serikat di bawah prakarsa postur pasukan Amerika Serikat,” ujar juru bicara itu.

Prakarsa tersebut mencakup peningkatan kerja sama udara, yang dimulai pada tahun 2017 dan mencakup pesawat jet tempur generasi kelima dan pesawat pengebom strategis.

Pangkalan Udara Tindal merupakan pangkalan bagi pesawat jet tempur F/A-18 Hornet, ditampilkan dalam foto, dari Skuadron 75 RAAF yang mendukung operasi sehari-hari dan berfungsi sebagai pangkalan operasi garis depan untuk pesawat terbang pengintai E-7 Wedgetail RAAF. Pemutakhiran pangkalan udara itu sejalan dengan pemutakhiran skuadron itu. Pesawat jet tempur F/A-18 Hornet dijadwalkan untuk digantikan oleh pesawat jet tempur F-35A generasi kelima pada tahun 2022.

“F-35A akan memberikan efek kekuatan udara melalui kontrol serangan udara, darat, dan maritim, serta intelijen, pengawasan, dan pengintaian dalam mendukung pasukan bersama dan pasukan gabungan,” ungkap juru bicara itu.

Pekerjaan konstruksi diperkirakan akan dimulai pada pertengahan tahun 2020, sembari menunggu persetujuan Parlemen Australia, dengan penyelesaian pemutakhiran dijadwalkan pada akhir tahun 2027.

Juru bicara itu menggambarkan pemutakhiran tersebut sebagai langkah penting terhadap keamanan regional. Buku putih pertahanan Australia baru-baru ini mengidentifikasi Australia Utara sebagai lokasi yang signifikan secara strategis untuk pertahanan nasional dan sebagai pangkalan garis depan bagi keterlibatan regional. Buku putih itu menyatakan komitmen untuk memperkuat kehadiran ADF di Australia Utara.

Tom Abke merupakan kontributor FORUM yang memberikan laporan dari Singapura.

saham