Peluang bagi perempuan berkembang di militer Korea Selatan

Peluang bagi perempuan berkembang di militer Korea Selatan

Cerita populer | Apr 4, 2020:

Felix Kim

Kementerian Pertahanan Nasional (Ministry of National Defense – MND) Korea Selatan telah meningkatkan upaya untuk memastikan kesetaraan gender di antara anggota Angkatan Bersenjata negara itu, ketika semakin banyak perempuan yang memilih untuk berdinas di militer dalam menghadapi menyusutnya jumlah tenaga kerja dari kalangan laki-laki yang memasuki usia wajib militer.

Pada Februari 2020, MND meluncurkan Komite Kesetaraan Gender Pertahanan ke-2. Jumlah Prajurit perempuan di militer Korea Selatan mencapai 12.602 orang pada tahun 2019, mencakup 6,8% dari jumlah seluruh pasukan, naik dari 5,5% pada tahun 2017, demikian menurut MND. Jenderal bintang dua perempuan pertama di negara itu diumumkan pada November 2019. Seoul berharap bahwa jumlah anggota militer perempuan akan mencapai 8,8% paling lambat pada tahun 2022.

“Untuk mencapai pertahanan nasional yang maju,” ungkap Menteri Pertahanan Korea Selatan Jeong Kyeong-doo di pertemuan Komite Kesetaraan Gender pada 18 Februari 2020, “penting untuk menciptakan budaya militer ketika laki-laki dan perempuan berpartisipasi dalam semua bidang tanpa diskriminasi gender atau prasangka.”

Untuk mencapai sasaran tersebut, MND mengumpulkan sembilan ahli sipil dan delapan personel militer “yang bertanggung jawab untuk mendiagnosis status kebijakan kesetaraan gender pertahanan saat ini dan menetapkan arah di masa depan,” ungkap siaran pers MND. Komite Kesetaraan Gender dalam pertemuan pada Februari 2020 mengkaji rencana induk dan membuat saran untuk implementasi. Rencana tersebut “berisi tugas untuk mencapai sasaran menciptakan dasar bagi kebijakan kesetaraan gender dan membangun budaya kesetaraan gender.”

Rencana tersebut menyusul pekerjaan Komite Kesetaraan Gender Pertahanan ke-1, yang melakukan 16 kunjungan lapangan ke berbagai lokasi militer, seperti Komando Operasi Angkatan Udara dan Komando Armada ke-2 Angkatan Laut serta mengadakan diskusi dan menerbitkan survei tentang cara-cara “untuk meningkatkan kecerdasan dewasa komandan utama dan untuk meningkatkan kesadaran tentang mencegah kekerasan seksual.”

Rencana induk itu selaras dengan Rencana Kerangka Kerja ke-2 untuk Kebijakan Kesetaraan Gender yang dirilis oleh Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea Selatan pada tahun 2018 untuk mengatasi masalah kesetaraan gender di tempat kerja yang lebih luas. Mempromosikan kesadaran kesetaraan gender, memastikan hak yang sama untuk bekerja, dan memberantas kekerasan terhadap perempuan merupakan contoh dari berbagai tujuan utama rencana tersebut.

Kesetaraan gender di Angkatan Bersenjata Korea Selatan mengalami lonjakan besar pada Mei 2018 ketika Seoul mencabut larangan terhadap perempuan untuk bertugas di Pasukan Khusus, demikian yang dilaporkan Yonhap, kantor berita yang berafiliasi dengan pemerintah Korea Selatan. Para kritikus menyebut larangan itu sebagai hambatan karier yang membatasi peluang promosi personel militer perempuan.

Pada September 2018, MND meluncurkan komisi pertamanya untuk mengimplementasikan kesetaraan gender di militer dan membuat sistem untuk memerangi kekerasan seksual dan memberikan saran kebijakan. Semua laki-laki Korea Selatan berbadan sehat harus menjalani wajib militer selama sekitar dua tahun. Perempuan tidak menghadapi persyaratan yang sama tetapi dapat bergabung dengan dinas militer secara sukarela.

Felix Kim merupakan kontributor FORUM yang memberikan laporan dari Seoul, Korea Selatan.

saham