Mengoptimalkan Kerja Sama

Mengoptimalkan Kerja Sama

Negara-negara Indo-Pasifik perlu membangun kawasan tempat bekerja secara bersama-sama dan berbagi informasi menjadi norma

Mayor Jenderal Jake Ellwood/Angkatan Darat Australia

FOTO: PERSEMAKMURAN AUSTRALIA/DEPARTEMEN PERTAHANAN

“Kita hidup di era persaingan yang semakin ketat ketika tatanan internasional berbasis aturan semakin mendapat tekanan. Dalam menghadapi hal ini, kita memiliki kesempatan: Jika kita berusaha memanfaatkan potensi bawaan kita, kita akan meningkatkan kemakmuran kolektif kita,” demikian menurut kepala konsep pembingkaian masa depan Angkatan Darat, Accelerated Warfare.

Mengoptimalkan medan kerja sama kita merupakan topik penting karena risiko dan peluang yang ada di dunia lebih terhubung daripada sebelumnya dan berubah dengan kecepatan yang semakin tinggi.

Sebagai komandan Divisi 1 Angkatan Darat Australia, saya bertanggung jawab kepada kepala Angkatan Darat kami untuk persiapan pasukan dan sertifikasi personel dan unit Angkatan Darat untuk operasi yang diketahui dan kontingensi. Saya juga menjadi komandan yang bertanggung jawab untuk merencanakan dan memimpin semua keterlibatan internasional Angkatan Darat di Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya, peran baru yang ditugaskan oleh kepala Angkatan Darat kepada saya pada November 2018. Bersamaan dengan itu, saya memiliki tanggung jawab bersama terhadap kepala operasi gabungan kami untuk menyediakan markas besar Deployable Joint Force Pasukan Pertahanan Australia (Australian Defence Force – ADF). Dalam peran ini, saya bertanggung jawab untuk membuat gugus tugas gabungan (joint task force – JTF) kecil atau besar di dalam atau luar negeri.

Baru-baru ini, tanggung jawab ini dijalankan untuk mendukung acara olahraga internasional berskala besar, Commonwealth Games, yang diadakan di Queensland, dan beberapa kegiatan politik internasional, mendukung Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik di Papua Nugini, dan pemilihan umum di Kepulauan Solomon.

Mayor Jenderal Jake Ellwood, komandan, Divisi 1, tengah, memberikan salam hormat selama parade pasukan Australia yang dikerahkan ke Kompleks Militer Taji, 20 kilometer utara Baghdad, setelah pelatihan di Gallipoli Barracks, Brisbane, pada April 2019.

Semuanya sangat sukses, yang merupakan bukti kerja keras staf saya dan unit serta personel yang ditugaskan.

Pada Juli 2019, markas besar saya memimpin JTF multinasional selama Latihan Talisman Sabre. JTF itu terdiri dari 33.000 Prajurit, Pelaut, dan Penerbang, 250 pesawat terbang, dan 50 kapal. Talisman Sabre merupakan kegiatan pelatihan bersama dan gabungan dua tahunan yang menyoroti kemampuan perang ADF yang signifikan dan kredibel bersama dengan sekutu dan mitranya.

Kepala operasi gabungan menugaskan peran tambahan ke markas besar saya pada Januari 2019: untuk merencanakan dan memimpin semua kegiatan peningkatan keterlibatan regional gabungan Australia di Pasifik Barat Daya. Semoga, kami akan merangsang diskusi tentang cara mengoptimalkan visi bersama untuk menjalin kerja sama. Ini merupakan aspirasi penting jika kita ingin membantu mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh tantangan yang kita semua hadapi di kawasan kita dan memanfaatkan peluang tersebut.

Ancaman yang Meningkat

Beberapa orang mungkin mempertanyakan apakah kebutuhan akan kerja sama lebih besar sekarang daripada sebelumnya. Beberapa faktor mendukung wacana itu. Pertimbangan terhadap ancaman merupakan langkah pertama yang baik untuk memahami alasannya.

Mari kita pertimbangkan contoh ancaman yang ditimbulkan oleh pemberontakan di Filipina. Secara historis, sebagian besar pemberontakan ini terisolasi secara organisasi, geografis, dan budaya. Meskipun di berbagai waktu pemberontakan itu telah, dan terus, menghadirkan ancaman yang berkelanjutan, para pemberontak dimotivasi dan diradikalisasi secara lokal, dilatih secara lokal, dan mereka beroperasi secara lokal. Bukti menunjukkan bahwa hal ini sudah tidak terjadi lagi. Sebaliknya, para pemberontak itu sekarang tampak seperti organisasi yang semakin terhubung dengan baik yang memiliki keterkaitan dengan aktor regional dan global. Aktor transnasional ini, yang lebih sering bersinergi dengan aktor non-negara, membantu memotivasi, memasok sumber daya, memberikan informasi, melatih, dan melengkapi kelompok-kelompok lokal ini. Aktor-aktor jahat sekarang sedang “mengatur medan mereka” untuk merongrong berbagai negara, melalui teknologi dan interkonektivitas modern sehingga bebas dari beban hambatan di masa lalu seperti geografi, perbatasan nasional, atau bahkan perbedaan budaya. Bentuk-bentuk konektivitas baru telah mempercepat pengaruh dan jangkauan ideologi radikal, mengubah hal yang sebelumnya merupakan masalah lokal menjadi masalah internasional.

Ada banyak bukti bahwa ekstremis kekerasan, dibantu oleh aksesibilitas teknologi komunikasi baru, bekerja sama melintasi jarak yang sebelumnya tak terbayangkan dan mengatasi hambatan politik, sosial, dan budaya. Kekhawatiran terkait adalah kegiatan kriminal transnasional yang sering kali berjalan seiring dengan perbatasan yang mudah ditembus akibat dunia yang semakin saling terhubung.

Seorang komandan subdivisi Angkatan Darat Australia memberikan perintah kepada Prajuritnya selama latihan penembakan dengan amunisi aktif pada tahun 2019 sebagai bagian dari latihan trilateral, yang dikenal dengan nama Southern Jackaroo, bersama dengan Prajurit Pasukan Bela Diri Darat Jepang dan Marinir A.S.

Perdagangan senjata dan narkotika internasional ilegal, penyelundupan manusia, pencucian uang, dan pencurian kekayaan intelektual, baik yang dilakukan untuk mendukung organisasi ekstremisme kekerasan atau kartel kejahatan terorganisir murni, semuanya mengikis kedaulatan nasional negara kita dan, lebih luas lagi, persahabatan dan keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Tidak hanya aktor non-negara tetapi juga aktor negara di kawasan Indo-Pasifik mengancam tatanan mapan yang telah menciptakan rekor pembangunan dan kemakmuran bagi miliaran penduduk di seluruh kawasan itu.

Berbagai negara juga bertindak dengan cara lain yang mungkin bukan merupakan kepentingan kolektif terbaik dari negara-negara Asia Tenggara dan Pasifik Selatan. Contohnya, penerapan tekanan hingga menjadi pemaksaan, agar sesuai dengan keinginan regional negara lain dengan mengorbankan norma-norma internasional, merupakan sesuatu yang harus kita lawan secara kolektif. Kedaulatan, demokrasi, dan kebebasan negara dalam arsitektur internasional tidak dapat dibeli dengan harga berapa pun. Jika berbagai negara melakukannya secara individu, ini mungkin sulit untuk dicapai; tetapi jika dilakukan lewat kerja sama secara kolektif, segala sesuatu mungkin terjadi.

Selain negara jahat dan aktor-aktor non-negara, ancaman lain menimbulkan kekhawatiran. Baik Anda percaya akan perubahan iklim atau tidak, peningkatan peristiwa cuaca ekstrem, dikombinasikan dengan efek berkelanjutan lainnya dari kenaikan permukaan laut, penggurunan, dan pengasaman samudra yang dilaporkan sains akan semakin memengaruhi kawasan ini.

Selain itu, fenomena alam lainnya yang telah lama menandai kehidupan di sebagian besar kawasan Indo-Pasifik — topan, gempa bumi, dan tsunami yang terkait dengannya — tidak dapat dilupakan. Memperbesar tingkat petaka yang terkait dengan peristiwa ini adalah pertumbuhan populasi yang besar dan berkelanjutan di kawasan ini. Beberapa ahli menyarankan bahwa pertumbuhan populasi ini melipatgandakan efek peristiwa alam semacam itu sepuluh kali lipat.

Terlepas dari asal-usul ancaman — aktor non-negara, negara, atau lingkungan — kita di Indo-Pasifik tidak dapat mengabaikan risiko yang ditimbulkannya terhadap stabilitas, keamanan, dan kemakmuran. Menanggapi peristiwa semacam itu bisa jauh lebih gesit dan efektif dalam sebuah kerangka kerja ketika kerja sama sudah menjadi norma dan dioptimalkan penerapannya. Meskipun negara-negara yang terkena dampak selalu melakukan pekerjaan luar biasa dalam menanggapi peristiwa semacam itu, banyak bantuan dari teman-teman di luar negeri meringankan beban yang harus ditanggung oleh negara-negara yang terkena dampak.

Peluang

Tujuh dari 10 angkatan darat terbesar di dunia, sembilan dari 10 kota-kota raksasa utama di dunia, dan tiga perekonomian teratas dunia berada di kawasan kita. Sulit untuk menghasilkan kesimpulan selain sumber daya yang tersedia dan potensi yang ada untuk menjalin kerja sama hampir tidak terbatas. Sembari mencatat bahwa setiap negara akan memiliki batas kebijakan dan sumber daya yang berbeda untuk menjalin kerja sama, kerja sama optimal, meskipun sebagian, tidak diragukan lagi akan memberikan keuntungan besar. Ketika berbagai negara hidup berdampingan, dengan begitu banyak keuntungan yang bisa diperoleh tetapi juga begitu banyak kerugian yang bisa diderita, kerja sama merupakan jalan yang tidak dapat dipungkiri. Dalam benak saya, kerja sama merupakan cara paling ampuh untuk mempertahankan kawasan yang makmur tempat kedaulatan dijamin dan aturan serta norma internasional dilindungi, tidak peduli dari mana asalnya ancaman terhadap prinsip-prinsip yang tidak dapat disangkal ini. Kuncinya adalah memahami bagaimana kita dapat mengatur medan kita untuk mengoptimalkan kerja sama, mengambil sikap untuk melindungi diri kita sendiri secara kolektif dari pengaruh dan aktor jahat dan tangguh dalam menghadapi guncangan strategis. Identifikasi dan adopsi jalan seperti itu juga akan membantu kita meningkatkan kebebasan strategis kita untuk ekonomi global, membantu menopang masa depan yang pasti dan sejahtera.

Prajurit Angkatan Darat Australia dan Angkatan Bersenjata Filipina turun dari pesawat terbang MV-22 Osprey Pasukan Marinir A.S. selama latihan simulasi penyerbuan untuk latihan Carabaroo pada Juni 2019 di Shoalwater Bay Training Area di Queensland, Australia.

Jalur Potensial

Saya telah menunjukkan mengapa kita memiliki kepentingan untuk mengupayakan kawasan tempat kerja sama menjadi norma. Bagian yang sulit bisa jadi memahami bagaimana kita, dalam dunia militer, dapat berperan dalam menetapkan kondisi untuk mencapai kesuksesan. Dalam menyikapinya, saya akan memusatkan perhatian pada ADF — pasukan yang saya ketahui dengan paling baik — dan perubahan yang mungkin dibuatnya dalam bergerak menuju upaya kolektif ini.

Ketika saya melihat upaya kita sebelumnya untuk mendorong kerja sama keamanan di seluruh kawasan ini, wajar untuk mengatakan bahwa upaya itu selalu beriktikad baik tetapi kadang-kadang kurang fokus dan konsistensi. Tempo operasional tinggi kami di Timur Tengah selama beberapa dekade terakhir ini sering kali mengakibatkan kurangnya kemampuan secara fisik untuk tetap terlibat secara aktif dengan mitra regional kami sejauh yang kami inginkan. Ketika kami dilibatkan, keterlibatan kami lebih cenderung berada di luar kebiasaan daripada terfokus, sehingga mengurangi efektivitas dan dampaknya.

Salah satu rintangan terbesar untuk mengoptimalkan kerja sama adalah pengembangan hubungan pribadi. Ikatan orang-ke-orang terbukti menjadi pemercepat upaya menciptakan kepercayaan dan pemahaman. Dalam konteks ADF, ada hubungan kebiasaan yang terbatas di antara para pemimpin utama. Beberapa pemimpin senior kami sangat menjaga fokus, tetapi secara organisasi bersifat sporadis.

Ini berarti pengembangan hubungan yang bermakna menjadi sulit untuk dilakukan. Seperti yang kita ketahui, hubungan hanya dapat terbangun jika kepercayaan sudah terjalin, dan kepercayaan membutuhkan waktu. Ini mengarah ke pertanyaan signifikan: Bagaimana kita menetapkan kondisi untuk kerja sama optimal pada tingkat orang-ke-orang? Terutama kita mencapainya dengan membangun hubungan seiring berjalannya waktu.

Prajurit Pasukan Pertahanan Papua Nugini berpartisipasi pada Maret 2019 dalam kompetisi tembak senjata dinas utama Pasukan Pertahanan Australia, yang diadakan setiap tahun di Puckapunyal, Victoria.

Keterlibatan Utama

Keterlibatan pemimpin utama (key leader engagement – KLE) merupakan langkah pertama. KLE sangat penting karena memberi para pemimpin kesempatan untuk memahami keberadaan kepentingan bersama dan cara untuk berupaya mencapai kepentingan-kepentingan ini. Saya memutuskan menginvestasikan waktu untuk bertemu dengan rekan-rekan saya di kawasan ini. Selalu menghibur ketika menemukan betapa banyaknya masalah bersama yang kita miliki. Kita semua memandang masalah itu dari sudut pandang yang berbeda. Menggabungkan berbagai perspektif yang berbeda ini memberi kita semua kesempatan yang jauh lebih baik untuk mengatasinya. Interaksi saya baru-baru ini dengan teman-teman dari Papua Nugini, Indonesia, Malaysia, dan Timor-Leste semuanya telah membantu saya memahami dengan lebih dalam masalah yang saya hadapi dan untuk mempertimbangkan perspektif dari pandangan yang berbeda.

Peluang lainnya yang terus berkembang adalah meningkatnya kemampuan kita untuk berkomunikasi, dan tidak hanya secara langsung tetapi juga melintasi wilayah geografi yang luas. Tirani jarak tidak lagi menjadi penghambat untuk berkomunikasi dengan teman dan tetangga kita. Ponsel, komunikasi terpadu, telekonferensi video, FaceTime, pesan instan, WhatsApp — semuanya bisa kita pakai untuk memastikan bahwa kita tidak hanya perlu berkomunikasi di saat krisis atau pada waktu yang ditentukan secara resmi oleh staf kita.

Saya telah menetapkan prioritas untuk terus berhubungan dengan rekan-rekan saya melalui cara-cara informal, di luar waktu yang ditentukan dalam program yang ditetapkan. Langkah ini penting jika kita ingin mengembangkan hubungan yang otentik, dibangun di atas kepercayaan, seiring berjalannya waktu. Penggunaan juru bahasa yang terampil, jika diperlukan, dan digunakan bersama dengan metode komunikasi yang baru dan terus meningkat ini, juga berarti bahwa perbedaan bahasa tidak perlu lagi menjadi penghalang. Pada saatnya, kita mungkin menemukan bahwa bahkan ketersediaan juru bahasa tidak lagi menjadi penghalang bagi kontak terus-menerus dengan rekan kerja ketika menggunakan sistem komunikasi baru. Teknologi seperti “juru bahasa instan” tidak diragukan lagi akan muncul lebih cepat dari yang kita perkirakan seiring berkembangnya kemampuan kecerdasan buatan. Saya menduga zona waktu akan tetap menjadi masalah yang harus kita hadapi, tetapi sedikit mengurangi waktu tidur tidak menjadi masalah guna mewujudkan medan kerja sama yang optimal!

Pembagian Informasi

Beberapa orang akan mengatakan bahwa halangan yang penting tetapi diperlukan untuk hubungan yang lebih dalam adalah keamanan. Australia, seperti halnya negara lain, memiliki tingkat klasifikasi yang berbeda untuk informasi kedaulatan. Secara alami, informasi yang sangat sensitif dibatasi hanya bagi mereka yang perlu tahu. Kami memiliki informasi berbeda yang dapat kami bagikan dengan mitra yang berbeda di waktu yang berbeda. Namun demikian, kami juga tahu ini merupakan keterbatasan yang dihadapi semua militer. Hal itu bukanlah sesuatu yang membuat kita frustrasi, juga bukan sesuatu yang kita, sebagai mitra patut dicurigai — hal itu sekadar fakta. Pada saat yang sama, hal itu merupakan sesuatu yang harus dipantau dengan cermat oleh para komandan. Sebagian besar merupakan masalah penilaian pribadi, dan seperti organisasi mana pun, kami memiliki individu yang terlalu berhati-hati dan individu lain yang mungkin ceroboh. Ada metode efektif dalam memastikan bahwa mitra dan teman kami menerima informasi yang mereka butuhkan, ketika mereka membutuhkannya, dalam format yang tidak menempatkan kedua negara pada posisi yang sulit dan masih memastikan kepentingan mereka didukung dan dilindungi.

Saya terus-menerus bertanya kepada tim saya bagaimana kami dapat mengubah sistem dan informasi untuk melindungi keamanan kami, tetapi juga memungkinkan kami untuk memungkinkan mitra kami mendapatkan keuntungan dari informasi secara tepat waktu. Ini bukan masalah sederhana dan merupakan masalah yang tidak akan pernah “diselesaikan” dengan sepenuhnya. Akan tetapi, ini merupakan masalah yang perlu terus diperhatikan oleh komandan di tingkat yang sesuai. Jika kita membagikannya hingga tepat pada titik ketidaknyamanan, tetapi tidak melampauinya, itu merupakan tanda nyata dari komitmen untuk bekerja sama.

Kendaraan serbu amfibi Pasukan Marinir A.S. mendarat di pantai setelah turun dari kapal amfibi Angkatan Laut Australia, HMAS Adelaide selama latihan Rim of the Pacific tahun 2018.

Sebenarnya bagian penting lainnya dari meningkatkan kerja sama adalah bekerja secara bersama-sama, hidup secara bersama-sama – dan menang secara bersama-sama. Acara pelatihan bilateral dan multilateral memberikan cara yang fantastis untuk mencapai peningkatan tingkat kerja sama ini. Dalam konteks Australia, ini secara historis sulit dilakukan karena keterbatasan opsi transportasi strategis kami yang sebelumnya. Dengan kapal serbu amfibi serba guna (LHD) yang baru saja kami peroleh dan peningkatan kemampuan pengangkutan udara, cakrawala baru telah disajikan ketika jauh lebih mudah untuk melakukan perjalanan ke mitra kami guna mengikuti pelatihan semacam itu, atau jika diperlukan, membantu mereka datang ke Australia. Ini merupakan kesempatan signifikan, memungkinkan kita untuk tidak hanya sekadar berlatih di dalam negeri, dan memungkinkan kita untuk mencapai lebih banyak hal bersama dengan teman dan tetangga kita.

Salah satu tantangan signifikan yang kami temukan di ADF, tidak berbeda dengan semua negara yang berinteraksi dengan saya, adalah kemampuan kami untuk mengelola tempo. Operasi yang diketahui, komitmen pasukan kontingensi, jadwal latihan aktif, dan program keterlibatan internasional yang sibuk, semuanya memberikan beban yang ditanggung pasukan tersebut. Kami tidak bisa berbuat lebih banyak, tetapi saya percaya kami bisa mencapai lebih banyak dalam tempo saat ini. Memadukan latihan, yang secara historis telah kami lakukan di dalam negeri, bersama dengan tetangga-tetangga regional kami dalam konsep bersama dan dengan partisipasi menyeluruh di berbagai kalangan pemerintah merupakan cara yang ditempuh di masa mendatang.

Misalnya, secara historis, kami telah melatih pasukan amfibi kami dalam melakukan operasi kemanusiaan dari LHD pada aktivitas domestik. Mengapa kami tidak melakukan latihan bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana di luar negeri bersama dengan mitra kami di kawasan yang rawan bencana alam? Sementara itu melakukan beberapa peningkatan kemampuan secara bersamaan dengan masyarakat setempat sembari berada di sana bersama dengan lembaga dan mitra pemerintah Australia lainnya? Kami akan mencapai hasil pelatihan bersama dan menyeluruh di berbagai kalangan pemerintah serta meningkatkan interoperabilitas kami. Ini pada gilirannya akan meningkatkan daya tanggap dengan mitra regional kami untuk misi dengan pemberitahuan singkat dan akan membantu meningkatkan kemampuan di kawasan yang terkena dampak bencana. Membuat acara semacam itu menjadi norma alih-alih perkecualian akan mengubah teori pengaturan medan kita untuk mempraktikkan kerja sama optimal.

Mengembangkan hubungan yang lebih dalam tidak perlu dimulai dan diakhiri dengan aktivitas yang berhubungan dengan militer semata. Sekali lagi, dengan peningkatan pengangkutan strategis maka akan muncul peluang yang lebih luas untuk terlibat dalam kegiatan yang mendorong hubungan lebih kuat yang berubah menjadi tingkat kepercayaan yang lebih dalam seiring berjalannya waktu. Jenis kegiatan ini bukan hanya sekadar transaksi bisnis dan masuk ke dalam ruang yang lebih pribadi.

Aktivitas seperti olahraga, musik, dan aktivitas budaya dan sosial lainnya semuanya dapat memainkan peran penting dalam mendorong ikatan yang lebih kuat. Pada tahun 2018, kepala Pasukan Pertahanan Australia bertanya apakah saya akan — atau mungkin lebih akurat untuk mengatakan bahwa dia bertanya kepada saya apakah saya bisa — berpartisipasi dalam Lombok Marathon. Acara itu diselenggarakan oleh militer Indonesia untuk mendorong pertumbuhan pariwisata usai terjadinya bencana alam yang signifikan. Dengan penuh semangat saya menerima peluang itu untuk melihat kinerja luar biasa yang ditunjukkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Mereka berdedikasi untuk mendukung masyarakat mereka, dan masyarakat mereka sungguh bersyukur. Saya juga memiliki kesempatan untuk berbicara langsung dengan anggota militer hebat dari Satuan Tugas Rekonstruksi yang melakukan pekerjaan luar biasa. Walaupun kegiatan itu bukan bersifat militer, kegiatan itu memiliki efek mendalam pada diri saya, dan saya kira TNI menghargai warga Australia yang mengirimkan tim untuk mengikuti acara olahraga ini sebagai tanda penghormatan dan dukungan.

Demikian pula, musisi kami telah bermain musik di luar negeri di berbagai acara, seperti ibadah Jumat Agung di Tonga. Ini bisa dibilang lebih bermakna bagi personel kami dan negara-negara yang kami kunjungi karena kegiatan itu mengembangkan hubungan pribadi, yang sering kali bisa menjadi lebih kuat daripada hubungan profesional, tetapi setidaknya meningkatkannya secara signifikan. Jika kita entah bagaimana dapat mengembangkan hubungan profesional dan pribadi yang mendalam, apresiasi, pengertian, dan kepercayaan kita bersama kepada satu sama lain tentunya akan tumbuh. Ini hanya bisa mengarah ke satu hal — menuju peningkatan kerja sama.

Bekerja dengan sekutu, mitra, dan teman

Mengoptimalkan medan kerja sama akan membantu kita semua mengurangi ancaman, memanfaatkan peluang, dan yang paling penting, hal itu akan membantu mengembangkan hubungan orang-ke-orang — yang merupakan unsur utama kesuksesan. Dalam konteks Australia, kita dapat mencapainya dengan mengeksploitasi peningkatan kemampuan komunikasi kita, mobilitas strategis, dan berupaya untuk mencapai pendekatan yang lebih kolaboratif terhadap perencanaan kegiatan gabungan, tidak hanya berfokus pada militer kita tetapi juga di berbagai kalangan pemerintah kita. Jika kita melakukannya, kita akan menetapkan dasar yang kuat untuk kawasan makmur tempat berbagai negara bebas untuk menggunakan hak mereka dalam lingkungan tempat aturan dan norma internasional dihormati.

Profesi kita sangat mirip dengan olahraga tim, dan sejarah memberi tahu kita bahwa kepentingan bersama kita direalisasikan dengan paling baik ketika kita bekerja secara bersama-sama. Kerja sama berarti bahwa tidak seorang pun dari kita harus menghadapi sendirian tantangan di kawasan Indo-Pasifik yang semakin penting dan semakin menuntut.  

saham