Latihan Malabar 2016 memperkuat kemampuan multinasional Angkatan Laut India, Jepang, dan A.S.

Latihan Malabar 2016 memperkuat kemampuan multinasional Angkatan Laut India, Jepang, dan A.S.

Staf FORUM

Tentara India, Jepang, dan A.S. berpartisipasi dalam latihan tahunan Malabar pada Juni 2016.

Dengan sasaran utama meningkatkan interoperabilitas di antara tiga kekuatan militer, terutama untuk operasi keamanan maritim, Malabar 2016 melanjutkan rangkaian latihan yang dirancang untuk memperkuat hubungan maritim multinasional dan kepentingan keamanan bersama, demikian menurut pernyataan yang telah dipersiapkan yang dirilis oleh ketiga departemen pertahanan.

“Latihan ini akan mendukung keamanan maritim di wilayah Indo-Pasifik dan bermanfaat bagi masyarakat maritim global,” kata Menteri Pertahanan India dalam pernyataan yang telah dipersiapkan yang dirilis sebelum latihan, demikian menurut The Diplomat, majalah online.

Partisipasi India konsisten dengan Kebijakan Bertindak ke Timur dan “mengembangkan hubungan di antara ketiga negara,” kata Angkatan Laut India, demikian menurut surat kabar Times of India. Latihan Malabar dimulai sebagai latihan bilateral pada tahun 1992 antara A.S. dan India dan tumbuh menjadi latihan multilateral dengan masuknya Jepang.

“Laut saling terhubung satu sama lainnya. India bisa menjadi tetangga Jepang, Jepang bisa menjadi tetangga India,” kata Panglima Perwira Tinggi Komando Angkatan Laut Wilayah Timur Angkatan Laut India Laksamana Madya Harish Bisht kepada wartawan pada konferensi pers, demikian menurut situs web Komando Pasukan Amerika Serikat di Pasifik (USPACOM). “Selalu ada cukup ruang untuk melakukan ekspansi sehubungan dengan keamanan maritim.”

Latihan Malabar 2016 menampilkan pelatihan di darat dan laut. Di darat di Sasebo, Jepang, peserta membagikan pengalaman kepada operasi grup pemukul kapal induk, operasi pengintaian dan patroli maritim, peperangan di permukaan dan anti-kapal selam, operasi medis, pengendalian kerusakan, penjinakan bahan peledak, operasi helikopter, dan operasi kunjungan, naik kapal, penggeledahan, dan penyitaan, demikian lapor situs web USPACOM.

Peserta juga melakukan misi pelatihan di Laut Filipina guna meningkatkan koordinasi dan kemampuan militer-ke-militer untuk operasi taktis multinasional. Misalnya, peserta terlibat dalam latihan pertahanan udara, latihan evakuasi medis, dan latihan perang permukaan.  Pasukan khusus dari ketiga angkatan laut juga melakukan latihan bersama-sama, demikian ungkap situs web itu.

Pada foto di atas, Laksamana Muda Brian Hurley, wakil komandan Armada Ke-7 A.S., mengunjungi INS Kirch (P62), kapal perang korvet kelas Kora Angkatan Laut India, selama Latihan Malabar 2016.

Kapal dan pesawat angkatan laut yang berpartisipasi dalam latihan ini termasuk JS Hyuga, kapal induk helikopter dengan helikopter Integral SH-60K dan pesawat patroli maritim jarak jauh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang; INS Sahyadri, INS Satpura, INS Shakti, dan INS Kirch Angkatan Laut India; kapal induk pesawat USS John C. Stennis, USS Mobile Bay, USS Stockdale, USS William P. Lawrence, USS Chung-Hoon, dan pesawat P-8A Poseidon, dan kapal selam serang cepat kelas Los Angeles Angkatan Laut A.S.

Pasukan maritim India, Jepang, dan A.S. memiliki pemahaman dan pengetahuan umum tentang lingkungan kerja bersama di laut. Latihan Malabar 2016 berfungsi untuk meningkatkan pemahaman dan hubungan di antara Prajurit angkatan laut ketiga negara, demikian kata USPACOM.

saham