Australia akan membangun armada angkatan laut senilai Rp.902.070 miliar  (U.S. $65 miliar)

Australia akan membangun armada angkatan laut senilai Rp.902.070 miliar (U.S. $65 miliar)

AGENCE FRANCE-PRESSE

Australia sedang memulai paket pembangunan kapal senilai kira-kira Rp.902.070 miliar (U.S. $65 miliar) untuk membangun kapal fregat dan kapal patroli baru secara lokal, dan dalam “bulan-bulan yang akan datang” akan memutuskan penunjukan pihak pemasok internasional untuk kapal-kapal selam pengganti.

Pemerintah berharap proposal “pembangunan kapal berkesinambungan” selama dua dekade yang meliputi penggantian kapal fregat, kapal patroli dan kapal selam akan dapat mempertahankan hingga 2.500 lapangan pekerjaan dalam sektor ini.

“Pemerintahan-pemerintahan Australia sebelumnya telah mengumumkan bahwa pembangunan kapal-kapal individu atau berbagai kelas kapal akan dilakukan secara lokal di Australia,” demikian disampaikan Perdana Menteri Tony Abbott. “Pada dasarnya yang kami umumkan hari ini adalah pembangunan sebuah armada di sini di Australia.”

Abbott tidak memberikan rincian baru tentang pencarian pemasok internasional untuk merancang dan membangun generasi kapal selam baru negara itu untuk menggantikan armada Collins Class bertenaga diesel dan listrik yang sudah tua dan akan dipensiunkan mulai tahun 2026.

Prancis, Jerman dan Jepang bersaing untuk mendapatkan kontrak tersebut, yang disebut-sebut sebagai program pengadaan pertahanan terbesar Australia.

Namun, proses tender telah menjadi sumber perselisihan pendapat di Australia di tengah-tengah kekhawatiran bahwa industri pembangunan kapal domestik akan sangat dirugikan jika Canberra memilih untuk membeli kapal selam siap pakai di pasar internasional.

“Yang kami minta dari para calon mitra adalah untuk memberikan harga untuk pembangunan kapal secara domestik, secara hibrida dan pembangunan di luar negeri,” kata Abbott.

“Kami akan membuat keputusan berdasarkan penawaran-penawaran yang diajukan kepada kami dalam bulan-bulan yang akan datang.”

Paket pembangunan kapal akan memajukan waktu pelaksanaan progam “Kapal Fregat Masa Depan” untuk menggantikan kapal-kapal fregat yang dimiliki saat ini oleh Korps Tentara Austrialia dan Selandia Baru ke tahun 2020.   Pembangunan kapal-kapal patroli di luar negeri untuk menggantikan kapal-kapal kelas Armidale juga telah dimajukan ke tahun 2018.

Menteri Pertahanan Kevin Andrews mengatakan bahwa pembentukan program “pembangunan kapal berkesinambungan” secara domestik mencerminkan pandangan bahwa kekuatan angkatan laut masa depan Australia   “menjadi fokus kepentingan strategis kami.”

Kapal-kapal fregat tersebut akan menjadi perangkat kerja angkatan laut selama beberapa dekade ke depan, tambah Laksamana Madya Angkatan Laut Tim Barret.

saham