• Home »
  • Cerita populer »
  • Penyelidik WHO mengabaikan kemungkinan virus korona muncul dari laboratorium di Wuhan sehingga mengakibatkan banyak pertanyaan yang belum terjawab
Penyelidik WHO mengabaikan kemungkinan virus korona muncul dari laboratorium di Wuhan sehingga mengakibatkan banyak pertanyaan yang belum terjawab

Penyelidik WHO mengabaikan kemungkinan virus korona muncul dari laboratorium di Wuhan sehingga mengakibatkan banyak pertanyaan yang belum terjawab

Staf FORUM

Penyelidik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan “sangat kecil kemungkinannya” COVID-19 bocor dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok, dan laporan terbaru mereka tentang asal-usul virus itu mendukung pernyataan yang patut dipertanyakan yang diungkapkan oleh pejabat Tiongkok, sehingga memicu kecemasan banyak ilmuwan independen di seluruh dunia.

Sebuah tim internasional yang terdiri dari 14 ilmuwan WHO mengunjungi pasar hewan hidup, laboratorium, dan pusat pengendalian penyakit selama 12 hari pada akhir Januari dan awal Februari 2021 sebelum menerima teori yang diungkapkan oleh pejabat kesehatan Tiongkok bahwa virus itu mungkin telah menyebar ke manusia melalui pengiriman makanan beku, demikian menurut surat kabar The New York Times. Di luar Tiongkok, para ilmuwan tetap meragukan kemungkinan itu.

“Temuan awal kami menunjukkan bahwa pengenalan melalui spesies inang perantara merupakan jalur yang paling mungkin dan akan membutuhkan lebih banyak studi dan penelitian yang ditargetkan secara lebih spesifik,” ungkap Dr. Peter Ben Embarek, penyelidik WHO yang menjabat sebagai kepala misi itu, demikian menurut NBC News.

Embarek mengatakan bahwa teori yang menunjukkan bahwa virus itu bocor dari laboratorium di Wuhan “sangat kecil kemungkinannya untuk menjelaskan pengenalan virus itu ke dalam populasi manusia. Oleh karena itu, [teori itu] tidak ada dalam hipotesis yang akan kami sarankan untuk penelitian di masa mendatang.”

Juru bicara Departemen Luar Negeri A.S. Ned Price mengatakan Amerika Serikat bermaksud untuk memverifikasi temuan WHO secara independen setelah laporan WHO itu dituntaskan.

“Jelas, Tiongkok, setidaknya hingga saat ini, belum menawarkan transparansi yang kita butuhkan dan yang, sama pentingnya, komunitas internasional butuhkan sehingga kita dapat mencegah terjadinya kembali pandemi semacam ini di masa mendatang,” ungkap Price kepada jurnalis. “Kami akan bekerja sama dengan mitra kami, dan juga memanfaatkan informasi yang dikumpulkan dan dianalisis oleh komunitas intelijen kami sendiri … daripada terburu-buru mengambil kesimpulan yang mungkin dimotivasi oleh hal lain selain sains.”

Pejabat WHO belum mengidentifikasi hewan inang yang menjadi perantara bagi virus itu, demikian ungkap Embarek, yang menyebut penyelidikan itu sebagai “pekerjaan yang sedang berlangsung.” Para ilmuwan mengatakan mereka mengeliminasi teori virus korona berasal dari laboratorium di Wuhan berdasarkan “diskusi serius dan penelitian yang sangat tekun,” ungkap Liang Wannian, kepala panel ahli COVID-19 di Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, demikian menurut CNBC. Meskipun para ilmuwan telah menemukan informasi baru, Embarek mengatakan hal itu tidak mengubah gambaran terhadap berjangkitnya wabah secara dramatis. (Foto: Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia Dr. Peter Ben Embarek, kanan, dan Liang Wannian, kepala panel ahli COVID-19 di Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, berbicara selama konferensi pers di Wuhan, Tiongkok, pada Februari 2021.)

“Dalam hal memahami apa yang terjadi pada hari-hari awal Desember 2019, apakah kita mengubah secara dramatis gambaran yang kita miliki sebelumnya? Saya kira tidak,” ungkap Embarek, demikian menurut CNBC. “Apakah kita meningkatkan pemahaman kita? Apakah kita menambahkan detail pada kisah itu? Tentu saja.”

Para ilmuwan tidak menemukan indikasi bahwa virus itu beredar di Wuhan sebelum kasus resmi pertama diidentifikasi di sana pada Desember 2019.

“Kami telah melakukan banyak pekerjaan di Tiongkok dan, jika Anda memetakannya kembali, pekerjaan itu mulai mengarah ke perbatasan dan kami tahu bahwa sangat sedikit pengawasan di sisi lain di seluruh wilayah Asia Tenggara,” ungkap Dr. Peter Daszak, anggota tim WHO, demikian menurut BBC. Daszak menyatakan bahwa fokus asal mula virus korona dapat beralih ke Asia Tenggara.

“Tiongkok merupakan tempat yang sangat besar dan Asia Tenggara merupakan tempat yang sangat besar,” ungkap Daszak. “Rantai pasokan ke Pasar Makanan Laut Huanan [di Wuhan] sangat luas, pasokan makanan berasal dari berbagai negara lain, pasokan makanan berasal dari berbagai penjuru Tiongkok, jadi banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk benar-benar melacak balik aliran rantai pasokan itu.”

A.S. telah menolak penegasan Tiongkok bahwa virus itu berasal dari tempat lain dan tetap merasa khawatir bahwa Partai Komunis Tiongkok mungkin telah memengaruhi temuan WHO.

“Secara keseluruhan, Amerika Serikat percaya sebagai hal yang umum terjadi, saat kami berada di meja perundingan, kami dapat membantu membentuk peristiwa. Dan saat kami tidak berada di WHO, kami tidak memiliki pengaruh apa pun yang berfungsi sebagaimana mestinya,” ungkap Price kepada jurnalis, menggarisbawahi keputusan Presiden A.S. Joe Biden untuk bergabung kembali dengan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu. “Dalam hal ini kami berbicara tentang asal mula virus korona. Saya rasa tidak ada orang berperilaku wajar yang akan membantah bahwa virus korona berasal dari tempat lain.”

 

FOTO DIAMBIL DARI: AFP/GETTY IMAGES

saham