Monumen Prajurit yang gugur mempererat ikatan Bangladesh-India

Monumen Prajurit yang gugur mempererat ikatan Bangladesh-India

Mandeep Singh

Pembangunan monumen peringatan perang untuk menghormati Prajurit India yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangladesh bersama dengan pertemuan pertahanan tingkat tinggi terus memperkuat kemitraan yang pernah digambarkan Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen sebagai “hubungan darah.”
Kementerian Urusan Perang Pembebasan Bangladesh akan mengawasi pembangunan monumen seluas 1,4 hektare di distrik Brahmanbaria di dekat perbatasan dengan negara bagian Tripura, India. Pada tahun 2021, proyek ini akan bertepatan dengan peringatan 50 tahun kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan. Pengumuman proyek itu pada Agustus 2020 bertepatan dengan pertemuan di antara AK Abdul Momen dan Komisaris Tinggi India untuk Bangladesh pada saat itu, Riva Ganguly Das.

“Ada rasa saling percaya dan keyakinan dalam hubungan India-Bangladesh,” ungkap kantor komisaris tinggi dalam sebuah pernyataan, “konsisten dengan kemitraan kami yang kuat dan visi bersama kami untuk wilayah yang damai dan makmur.”

Menteri Luar Negeri India Harsh Vardhan Shringla telah mengunjungi Dhaka dua kali pada tahun 2020, termasuk pada bulan Maret, ketika dia membicarakan “kemitraan yang kuat di antara militer kita.” Dia kembali mengunjungi Dhaka pada bulan Agustus untuk membahas peta jalan hubungan bilateral selama dua tahun dengan AK Abdul Momen dan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina.

Komandan Pasukan Keamanan Perbatasan India dan Penjaga Perbatasan Bangladesh, ditampilkan dalam foto, membahas cara-cara untuk meningkatkan komunikasi dan mengurangi penembakan fatal terhadap penjahat transnasional di sepanjang perbatasan India-Bangladesh selama pembicaraan dua kali setahun di Dhaka pada pertengahan September 2020, demikian yang dilaporkan kantor berita Press Trust of India (PTI). Pasukan kedua negara akan berbagi informasi waktu-nyata untuk memerangi penyelundupan, perdagangan manusia, pemalsuan, ekstremisme kekerasan, dan ancaman bersama lainnya, demikian yang diumumkan komandan kedua belah pihak.

Kerja sama pertahanan pada tahun 2019 mencakup Patroli Terkoordinasi (Coordinated Patrol – CORPAT) Angkatan Laut India-Bangladesh, yang dilakukan di Teluk Benggala utara pada bulan Oktober, bersamaan dengan Dialog Pertahanan tahunan kedua dan pembicaraan staf trimatra perdana, yang merupakan diskusi spesifik matra di antara pemimpin angkatan laut, angkatan udara, dan pasukan penjaga pantai dari masing-masing negara.

CORPAT 2019 melibatkan kapal perusak rudal INS Ranvijay, dan kapal korvet rudal buatan dalam negeri INS Kuthar India, bersama dengan kapal fregat BNS Ali Haider dan kapal korvet rudal siluman BNS Shadhinota Bangladesh. Latihan bilateral kedua dilakukan di dekat kota pelabuhan Visakhapatnam, India timur yang melibatkan pasukan komando angkatan laut dan awak udara.

Pada Desember 2019, Export-Import Bank of India yang dimiliki oleh pemerintah India menerbitkan lini kredit senilai 7,44 triliun rupiah (500 juta dolar A.S.) ke Bangladesh untuk pembelian terkait pertahanan, demikian yang dilaporkan PTI. Lini kredit itu memungkinkan Angkatan Bersenjata Bangladesh untuk membiayai impor “barang dan jasa yang memenuhi syarat,” 75% di antaranya harus berasal dari India.

Mandeep Singh merupakan kontributor FORUM yang memberikan laporan dari New Delhi, India.

saham