Bagaimana pesawat pengebom A.S. di Guam mendukung Indo-Asia-Pasifik

Bagaimana pesawat pengebom A.S. di Guam mendukung Indo-Asia-Pasifik

Staf FORUM

Luasnya samudra dan daratan wilayah Indo-Asia-Pasifik dan tantangan yang datang bersamanya merupakan lingkungan ideal bagi kemampuan jarak jauh pesawat pengebom strategis A.S. Pesawat pengebom ini memungkinkan kesiapan dan menggambarkan komitmen A.S. terhadap pencegahan sambil menawarkan jaminan kepada sekutu dan mitranya, sehingga meningkatkan stabilitas.

Pengerahan terbaru Jaminan dan Pencegahan Pesawat Pengebom (Bomber Assurance and Deterrence – BAAD) Komando Strategis A.S. (U.S. STRATCOM) yang mengerahkan pesawat pengebom B2 ke Guam adalah salah satu aspek dari komitmen A.S. terhadap stabilitas kawasan ini.

Pesawat pengebom strategis B-2 merupakan bagian dari keluarga sistem, yang sangat penting untuk menyediakan kemampuan tempur bersama yang fleksibel dan adaptif di kawasan Indo-Asia-Pasifik. Aset STRATCOM A.S. yang berpangkalan dari daratan A.S. dan Guam, yang terdiri dari pesawat B-2, dan B-52, meningkatkan kemampuan tempur A.S. dan keamanan serta stabilitas kawasan.

Selagi dikerahkan ke Guam, kru B-2 berpartisipasi dalam pelatihan dan latihan rutin guna memperkuat aliansi dan kerja sama militer, serta memperkuat komitmen Amerika Serikat pada kebebasan bergerak.

Pengerahan B-2 ini terintegrasi dengan program Kehadiran Pesawat Pengebom Berkelanjutan Komando Pasifik A.S. yang telah menyediakan kemampuan serangan global rutin dan rotasional yang dikerahkan di garis depan di kawasan Indo-Asia-Pasifik sejak Maret 2004.

Pengerahan BAAD menekankan pentingnya stabilitas dalam menghadapi peningkatan ekspansi dan militerisasi di Laut Cina Selatan oleh negara-negara lain. Partisipasi dalam pelatihan dan latihan militer dengan sekutu A.S. menegaskan sikap A.S. terhadap kerja sama multilateral di kawasan itu dan kepatuhan pihak-pihak Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pengembangan kekuatan militer secara berkelanjutan di dalam kawasan ini tidak sejalan dengan hukum dan norma internasional, sementara itu kerja sama di antara negara-negara Indo-Asia-Pasifik akan menguntungkan semua pihak.

saham