Malaysia menangkap 15 tersangka teror lainnya

Malaysia menangkap 15 tersangka teror lainnya

Reuters

Malaysia yang penduduknya mayoritas Muslim telah bersiaga penuh sejak militan melakukan serangan bersenjata di ibu kota negara tetangga, Indonesia, pada
Januari 2016.

Tiga bulan kemudian, penyidik Malaysia menangkap 15 orang, termasuk seorang petugas kepolisian, yang dicurigai memiliki hubungan dengan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) dan merencanakan serangan di negara itu.

Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar mengatakan pada Maret 2016 bahwa beberapa tersangka menerima perintah dari Muhammad Wanndy Mohamed Jedi, perekrut ISIL Malaysia di Suriah, untuk melancarkan serangan di Malaysia.

Kepala polisi Malaysia, Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar, mengatakan pada Maret 2015 bahwa departemen kontrateroris akan diperluas sehingga memiliki unit di setiap negara bagian. REUTERS

Kepala polisi Malaysia, Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar, mengatakan pada Maret 2015 bahwa departemen kontrateroris akan diperluas sehingga memiliki unit di setiap negara bagian. REUTERS

Khalid menyatakan bahwa mereka terlibat dalam mengumpulkan dana untuk disalurkan ke grup yang terkait dengan ISIL di Filipina selatan dan mengatur pergerakan “dua tersangka teror asing” dari Malaysia ke negara Asia Tenggara.

Kegiatan lain termasuk berusaha memperoleh bahan kimia untuk membuat bom, merekrut warga Malaysia untuk bergabung dengan ISIL di Suriah, mengumpulkan dana dari simpatisan ISIL di Malaysia, dan menyiapkan pengaturan kerja dengan kelompok-kelompok militan di Asia Tenggara, demikian ungkapnya.

“Antara tanggal 22 dan 24 Maret 2016, unit kontraterorisme khusus melancarkan operasi di tujuh negara bagian, termasuk ibu kota Kuala Lumpur,” kata Khalid, sambil menambahkan bahwa tersangka terorisme termasuk seorang teknisi pesawat terbang dan seorang ulama Muslim.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan sebelumnya pada Maret 2016 bahwa polisi telah menggagalkan plot ISIL untuk menculik Perdana Menteri Najib Razak dan menteri senior lainnya pada tahun 2015. Khalid juga mengumumkan bahwa polisi Malaysia akan menambah unit kontraterorisme di setiap negara bagian, demikian menurut laporan pada Maret 2016 di surat kabar lokal, The Star.

 Tentara Malaysia menjaga daerah perbelanjaan di Kuala Lumpur pada Februari 2016 sebagai respons atas ancaman teroris. THE ASSOCIATED PRESS

Tentara Malaysia menjaga daerah perbelanjaan di Kuala Lumpur pada Februari 2016 sebagai respons atas ancaman teroris. THE ASSOCIATED PRESS

The Star melaporkan bahwa pihak berwenang menangkap para tersangka di Kuala Lumpur dan di enam negara bagian Malaysia, termasuk Kedah, Penang, Perak, Perlis, Selangor, dan Terrengganu. “Kita harus mengambil tindakan dengan sedikit informasi yang kita dapatkan tentang orang-orang yang terlibat dengan [ISIL] dan bahkan para simpatisan. Kita tidak bisa hanya menunggu, seperti yang dilakukan beberapa pihak lain,” kata Khalid kepada The Star.

Setidaknya 160 orang telah ditangkap di Malaysia sejak Januari 2015 karena dicurigai terlibat dalam kegiatan militan.

Kriminolog P. Sundramoorthy mengatakan kepada surat kabar The Straits Times bahwa meskipun memperluas departemen kontraterorisme ke semua negara bagian merupakan langkah positif, tindakan itu “tidak akan memecahkan akar masalahnya.” Dia mengatakan bahwa masyarakat harus memberikan informasi untuk membantu polisi dan aparat penegak hukum.

saham