• Home »
  • Departemen »
  • Thailand: Pejabat berjuang menjual persediaan beras yang melimpah paling lambat tahun 2017
Thailand: Pejabat berjuang menjual persediaan beras  yang melimpah paling lambat tahun 2017

Thailand: Pejabat berjuang menjual persediaan beras yang melimpah paling lambat tahun 2017

Sebelum tenggat waktu tahun 2017, pemerintah militer Thailand akan berjuang untuk menjual sekitar 14 juta ton beras di gudang negara yang tersisa dari kebijakan pemerintah sipil yang digulingkannya, demikian yang dikatakan pedagang dan eksportir.

Pemerintah mewarisi 18,7 juta ton beras yang dikumpulkan di bawah skema subsidi beras pemerintahan sebelumnya dan sejak itu telah mengadakan 12 lelang dan berhasil menjual sekitar 5 juta ton beras senilai 18,96 triliun rupiah (1,39 miliar dolar A.S.).

Pada tahun 2015, junta militer menetapkan target untuk menjual 13,7 juta ton sisanya paling lambat tahun 2017, termasuk 6 juta ton beras yang sudah rusak yang dikatakan oleh Kementerian Perdagangan tidak lagi layak untuk dikonsumsi manusia.

Penjualan itu telah menjadi beban berat bagi pemerintah, yang juga berusaha untuk menenangkan petani padi yang terbiasa menerima subsidi pemerintah dan harga minimum yang terkadang mencapai dua kali lipat dari harga pasar.

Beras di gudang negara Thailand jumlahnya lebih dari tiga kali lipat dari beras yang diimpor pada tahun 2014 oleh konsumen utama Tiongkok. Pedagang dan eksportir beras meragukan bahwa persediaan beras itu dapat terjual habis paling lambat tahun 2017.

“Saya kira tidak mungkin, tetapi semisal dimungkinkan, penjualan beras sebanyak itu dalam waktu singkat akan memiliki efek negatif pada harga pasar,” kata Supachai Vorraapinyaporn, presiden eksportir beras terbesar ketiga di Thailand.

Akan tetapi pemerintah mengatakan bahwa pihaknya akan bersikap bijaksana dalam menentukan kapan akan melakukan lelang.  Reuters

saham