Vaksin flu universal menunjukkan harapan

Vaksin flu universal menunjukkan harapan

Para ilmuwan telah mengambil langkah besar menuju penciptaan vaksin yang dapat digunakan untuk mengatasi beberapa turunan influenza, demikian menurut dua studi yang diterbitkan pada Agustus 2015 di jurnal papan atas.

“Vaksin universal” adalah puncak prestasi upaya imunisasi terhadap flu, virus yang mengalami perubahan bentuk yang membunuh hingga setengah juta orang setiap tahun, demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Ada beberapa pandemi pembunuh dalam satu abad terakhir ini — wabah Flu Spanyol tahun 1918 menewaskan setidaknya 20 juta jiwa.

Vaksin yang ada menarget bagian virus yang bermutasi secara terus-menerus sehingga memaksa produsen obat dan petugas kesehatan untuk meracik campuran anti-flu baru setiap tahunnya.

Dalam dua studi, yang diterbitkan di Nature dan Science, peneliti menguji vaksin baru pada tikus, musang, dan monyet yang menduplikasi bagian virus lainnya yang lebih stabil.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa batang hemaglutinin — protein yang berbentuk seperti paku, yang dikenal sebagai HA, pada permukaan virus — sebagian besar masih sama bahkan ketika ujung, atau “kepalanya,” berubah.

Sampai saat ini, mereka belum dapat menggunakan batang itu untuk memprovokasi reaksi kekebalan pada hewan laboratorium atau manusia yang akan menetralkan virus atau memungkinkan tubuh untuk menyerang dan menghancurkan sel yang terinfeksi. Untuk mewujudkannya, tim yang dipimpin oleh Hadi Yassine dari Pusat Penelitian Vaksin di Institut Kesehatan Nasional A.S. mencangkok protein berukuran partikel nano yang disebut feritin ke batang HA tanpa kepala dan mengujinya pada hewan.

Ilmuwan lain yang tidak terlibat dalam studi tersebut menggambarkannya sebagai langkah besar menuju vaksin universal, tetapi memperingatkan bahwa banyak pekerjaan yang harus dilakukan, mungkin selama bertahun-tahun, sebelum vaksin dapat diuji pada manusia.  Agence France-Presse

saham