Pembajakan kapal turun pada tahun 2015, perompakan sebagian besar pencurian tingkat rendah

Cerita populer

The Associated Press

Pembajakan kapal menurun pada tahun 2015 dari tahun sebelumnya, sementara itu insiden perompakan di laut meningkat sedikit tapi kebanyakan terdiri dari pencurian tingkat rendah, demikian yang diumumkan oleh lembaga pengawas maritim global pada awal Februari 2016.

Biro Maritim Internasional mengatakan dalam laporan perompakan tahunannya bahwa 246 insiden perompakan tercatat di seluruh dunia pada tahun 2015, satu insiden lebih banyak dari tahun 2014. Laporan itu mengatakan bahwa perompak membajak 15 kapal dan menahan 271 sandera, turun dari 21 kapal dan 442 sandera pada tahun 2014.

Biro ini menghubungkan penurunan pembajakan dengan menurunnya jumlah serangan terhadap kapal tanker kecil pengangkut bahan bakar di sekitar pantai di Asia Tenggara. Kejadian pembajakan terakhir terjadi pada Agustus 2015. Biro Maritim Internasional memuji otoritas Malaysia dan Indonesia yang mengambil tindakan cepat untuk menangkap dan mengadili dua komplotan yang membajak kapal tanker, termasuk penangkapan beberapa orang yang dituduh sebagai otak pelakunya.

Biro, yang pusat pelaporan perompakannya berbasis di Kuala Lumpur, mengatakan bahwa Asia Tenggara menyumbang sebagian besar insiden pembajakan di dunia. Dikatakan bahwa hampir 55 persen serangan dilakukan pada kapal yang sedang berlayar, sebagian besar melibatkan pencurian tingkat rendah, tapi ini merupakan tren yang mengkhawatirkan karena meningkatkan potensi risiko terhadap kapal dan awaknya.

Di Afrika, Nigeria tetap menjadi pusat perompakan dengan kekerasan dan perampokan bersenjata. Biro ini mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan 14 insiden, dengan banyak serangan lainnya diyakini belum dilaporkan.

Tidak ada serangan yang dilaporkan tahun lalu di Somalia, yang dulunya pernah menjadi zona bahaya, berkat patroli angkatan laut internasional. Dengan daerah-daerah berisiko tinggi yang dipadati oleh industri berkurang sebesar 55 persen, biro ini memperingatkan kapal-kapal yang transit di Teluk Aden dan Samudra Hindia untuk terus waspada.

“Somalia tetap menjadi negara yang rapuh, dan potensi serangan tetap tinggi. Hanya akan memerlukan satu pembajakan yang sukses untuk menghancurkan semua upaya yang telah dilakukan dan menghidupkan kembali kegiatan kriminal ini,” kata direktur biro, Pottengal Mukundan.

Di Asia, insiden di Vietnam melonjak menjadi 27 insiden pada tahun 2015 dari tujuh insiden pada tahun 2014, sebagian besar merupakan pencurian tingkat rendah terhadap kapal yang sedang berlabuh.

Tiongkok mencatat empat insiden pada Desember 2015 saja, insiden yang baru pertama kalinya terjadi dalam kurun waktu yang panjang. Insiden ini mencakup tiga pencurian minyak diesel bungker dari kapal curah besar di Tianjin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *