Jepang memperkenalkan pesawat tempur silumannya

Jepang memperkenalkan pesawat tempur silumannya

Staf FORUM

Dari hampir 200 negara di dunia, hanya tiga negara yang telah mengembangkan pesawat tempur siluman mereka sendiri: Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok.

Sekarang Jepang siap untuk bergabung dengan kelompok negara-negara ini.

Pada akhir Januari 2016, Jepang secara terbuka meluncurkan prototipe pertama pesawat tempur siluman buatan dalam negeri yang dijuluki X-2. Pesawat eksperimen itu diharapkan untuk menjalani uji terbang pertamanya, mungkin sekitar akhir Februari 2016, demikian yang dikatakan pejabat pertahanan Jepang kepada media.

Pesawat tersebut akan digunakan untuk menguji teknologi siluman buatan Jepang yang bisa digunakan dalam desain pesawat jet tempur masa depan, demikian lapor The Associated Press (AP). AP menambahkan bahwa pesawat jet generasi mendatang ini bisa menggantikan armada pesawat tempur F-2 yang saat ini digunakan oleh Jepang paling cepat pada tahun 2028.

“Pesawat ini akan menjadi platform tapak uji untuk beberapa teknologi termasuk sistem radar larik terpindai secara elektronik generasi mendatang, konsep pemvektoran dorong 3D multi-dimensi, dan menyempurnakan kemampuan siluman pesawat. (X-2 memiliki material komposit serat karbon khusus yang menyerap gelombang radar.),” lapor majalah The Diplomat.

Pesawat prototipe — satu-satunya dari jenisnya — masih belum diterbangkan dan tidak dilengkapi dengan senjata, demikian kata pejabat pertahanan.

Teknologi siluman merupakan rahasia yang dijaga ketat sehingga sulit bagi negara-negara lain untuk membagikannya kepada sekutu mereka, demikian ungkap Takahiro Yoshida dari Lembaga Akuisisi, Teknologi, dan Logistik Kementerian Pertahanan Jepang kepada surat kabar Stars and Stripes. “Penting bahwa kami bisa memperolehnya sendiri,” tambah Yoshida.

Pengembangan X-2 akan memungkinkan Jepang untuk memproduksi pesawat tempur silumannya sendiri atau bermitra dengan sekutu untuk memproduksi pesawat-pesawat tersebut, demikian ungkap Yoshida kepada Stars and Stripes.

X-2 juga dinamai Shinshin, yang artinya “Spirit of the Heart” (Semangat Hati), demikian menurut majalah Popular Mechanics. Pesawat itu panjangnya 14 meter, dengan lebar sayap 9 meter. “Pesawat ini memiliki kanopi gelembung besar sehingga memberi pilot visibilitas yang sangat baik di segala arah,” lapor Popular Mechanics.

Pengumuman pesawat tempur siluman eksperimen ini merupakan sinyal kepada dunia bahwa Jepang ingin dianggap serius sebagai kekuatan industri militer, demikian kata Jeffrey Hornung, peneliti program urusan keamanan dan luar negeri Sasakawa Peace Foundation (Yayasan Perdamaian Sasakawa), kepada majalah Foreign Policy.

“Ini mungkin Jepang mengatakan, ‘Kami bisa menguasai teknologi itu, jadi pertimbangkan kami untuk proyek konsorsium internasional’” seperti upaya yang menghasilkan pesawat tempur siluman F-35 buatan Amerika Serikat, demikian yang dikatakan Hornung sebagaimana yang dikutip dari Foreign Policy.

Analis pertahanan mengatakan bahwa program X-2 adalah contoh lain dari Jepang yang berusaha untuk memperkuat Angkatan Bersenjatanya ketika negara tetangganya Tiongkok melakukan investasi berinvestasi besar-besaran dalam militernya, demikian menurut Foreign Policy.

Proyek X-2 yang memakan biaya 4,63 triliun rupiah (340 juta dolar A.S.) ini diluncurkan pada tahun 2009, demikian yang dilaporkan The Associated Press.

“Meskipun Jepang memiliki keahlian teknologi ini, mengembangkan pesawat tempur baru tidak akan semudah itu,” lapor Popular Mechanics. “Jepang akan menempuh perjalanan yang lama dan sulit untuk membuat pesawat tempurnya sendiri — dan besar kemungkinan akan memerlukan bantuan Amerika atau Eropa.”

saham