Indo-Asia-Pasifik bersiap menghadapi virus Zika

Indo-Asia-Pasifik bersiap menghadapi virus Zika

Staf FORUM

Dengan menyebarnya virus Zika yang dibawa oleh nyamuk di kawasan Amerika Latin, negara-negara di kawasan Indo-Asia-Pasifik telah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi kedatangannya. Otoritas kesehatan di India dan negara-negara tropis Asia Tenggara telah menunjukkan perhatian khusus, selagi memperingatkan warga untuk tidak panik.

“Wilayah kumuh yang padat penduduk, nyamuk yang merajalela, dan riwayat infeksi yang menyebar dengan cepat membuat Asia khususnya sangat rentan terhadap virus Zika yang berakibat fatal sehingga memberikan tantangan besar bagi wilayah ini, demikian peringatan yang diberikan oleh ahli kesehatan,” lapor Agence France-Presse (AFP) pada Februari 2016.

Menyusul wabah parah Zika yang berpusat di Brasil, pihak berwenang Amerika Selatan telah melihat lonjakan jumlah bayi yang mengalami kerusakan otak dengan ukuran lingkar kepala yang kecil secara abnormal, demikian menurut laporan berbagai media. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Februari 2016 menyatakan bahwa Zika menjadi darurat global dan ancaman bagi seluruh dunia, demikian menurut The Associated Press (AP).

“Para pejabat di India khawatir virus ini akan menyebar di sana, mengingat bahwa nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus Zika dan demam berdarah tumbuh subur di masyarakat berkepadatan tinggi di kota-kota yang padat penduduk, tempat sanitasi sering kali dalam kondisi yang buruk,” lapor AFP.

Akan tetapi, Zika sebenarnya bukan hal baru bagi India dan negara-negara lainnya di Indo-Asia-Pasifik. Virus ini telah hadir di wilayah ini selama beberapa dekade, tapi tidak ada wabah yang dilaporkan, sehingga membuat pejabat kesehatan berspekulasi bahwa penduduk wilayah ini telah mengembangkan kekebalan terhadapnya, demikian menurut Reuters. Kebanyakan orang yang terkena virus ini mengalami gejala ringan atau tanpa gejala.

“India telah mengalami Zika sebelumnya,” sekitar tahun 1950-an, demikian yang dilaporkan BBC. “Zika dianggap sebagai penyakit yang sangat ringan dan hanya menyebabkan ruam dan demam ringan, dan tanpa komplikasi jangka panjang yang signifikan,” tambah BBC.

WHO melaporkan bahwa infeksi Zika ditemukan di Kamboja pada tahun 2010 dan Filipina pada tahun 2012.

Pada pertengahan Februari 2016, Tiongkok melaporkan kasus pertama Zika pada seorang pria yang baru saja kembali dari Venezuela, demikian ungkap AP. Dua orang wanita Australia didiagnosis terkena virus Zika setelah bepergian ke luar negeri.

“Thailand mendeteksi kasus Zika pertama pada tahun 2012 dan telah mencatat rata-rata lima kasus per tahun,” lapor Reuters pada Februari 2016. “Di Thailand, tempat hanya satu kasus Zika telah dilaporkan sejauh tahun ini, kemungkinan penyebaran Zika rendah, demikian kata para pejabat, sebagian karena akses yang lebih baik ke perawatan kesehatan.”

Sebaliknya, negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura telah memperingatkan bahwa virus ini memiliki risiko penyebaran tinggi jika masuk ke sana, demikian yang dilaporkan Reuters.

Dalam menanggapi krisis ini, banyak pemerintah di kawasan Indo-Asia-Pasifik telah mengeluarkan peringatan perjalanan. Kementerian kesehatan di negara-negara seperti Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Australia, Filipina, Vietnam, dan Hong Kong telah memperingatkan masyarakat, terutama perempuan hamil, untuk tidak melakukan perjalanan ke Amerika Tengah dan Selatan, demikian menurut AP dan Channel NewsAsia.

saham