Rencana pertahanan pulau Jepang berupaya membalik keunggulan posisi Tiongkok

Rencana pertahanan pulau Jepang berupaya membalik keunggulan posisi Tiongkok

Reuters

Jepang memperkuat rangkaian kepulauan yang tersebar luas di Laut Cina Timur di bawah strategi yang sedang dikembangkan yang bertujuan untuk membalik keunggulan posisi Angkatan Laut Tiongkok dan menjaganya agar tidak mendominasi Samudra Pasifik Bagian Barat, demikian yang dikatakan sumber militer dan pemerintah Jepang pada Desember 2015.

Amerika Serikat yang percaya bahwa sekutu Asianya — dan Jepang pada khususnya — harus membantu membatasi berkembangnya kekuatan militer Tiongkok, telah membujuk Jepang untuk meninggalkan pertahanan pulaunya yang menjadi aspek penting pertahanan dalam negeri yang sudah berusia puluhan tahun dalam mendukung pengerahan kekuatan militernya di Asia.

Tokyo menanggapinya dengan mengerahkan rangkaian baterai peluru kendali anti-kapal dan anti-pesawat terbang di sepanjang 200 pulau di Laut Cina Timur yang membentang 1.400 kilometer dari daratan utama negara itu hingga ke Taiwan.

Wawancara dengan selusin perencana militer dan pembuat kebijakan pemerintah mengungkapkan bahwa sasaran lebih luas Perdana Menteri Shinzo Abe untuk memperkuat militer telah berkembang dengan menyertakan strategi untuk mendominasi laut dan udara di sekitar pulau-pulau terpencil.

Selagi instalasi tersebut tidak dirahasiakan, ini merupakan pertama kalinya para pejabat tersebut mengungkapkan bahwa pengerahan kekuatan militer itu akan membantu menahan kekuatan Tiongkok di Pasifik Barat dan menjadi doktrin “anti-akses/penolakan area” (anti-access/area denial) versi Jepang, yang dikenal sebagai “A2/AD” dalam istilah militer, yang sedang dicoba digunakan Tiongkok untuk menyingkirkan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dari wilayah tersebut.

Kapal Tiongkok yang berlayar dari pantai timur mereka harus melewati barikade rapat baterai rudal Jepang untuk mencapai Pasifik Barat, akses yang sangat penting bagi Beijing untuk proyeksi kekuatan angkatan lautnya dan sebagai jalur pasokan ke seluruh lautan di dunia.

Presiden Tiongkok Xi Jinping telah mengalokasikan anggaran besar untuk mengembangkan Angkatan Laut “air biru” lintas samudra yang mampu membela berkembangnya kepentingan global negara ini.

Tidak ada yang menghentikan kapal perang Tiongkok untuk berlayar berdasarkan hukum internasional, tetapi mereka harus melakukannya di dalam garis bidik rudal Jepang, demikian kata para pejabat kepada Reuters.

Ketika Beijing memaksakan kontrol lebih ketat di sepanjang wilayah Laut Cina Selatan dengan pangkalan pulau yang hampir selesai dibangun, rangkaian kepulauan yang membentang dari wilayah Jepang di Laut Cina Timur hingga ke selatan di wilayah Filipina dapat menjadi garis batas pemisah antara lingkungan pengaruh A.S. dan Tiongkok. Perencana militer menjuluki garis ini sebagai “rangkaian pulau pertama.”

Perlawanan Jepang terhadap Tiongkok di Laut Cina Timur dimulai pada tahun 2010, dua tahun sebelum Abe mengambil alih kekuasaan.

Pemerintah Jepang sebelumnya yang dipimpin oleh Partai Demokrat Jepang memusatkan upayanya dalam melindungi pulau utara Hokkaido terhadap invasi Soviet sehingga tidak pernah berupaya untuk mempertahankan rangkaian kepulauan di barat daya negara itu.

Toshi Yoshihara, profesor di Naval War College A.S., mengatakan bahwa Tokyo bisa memainkan peran penting dalam membatasi ruang gerak Tiongkok untuk bermanuver dari Laut Cina Timur ke Pasifik Barat sehingga meningkatkan kebebasan bergerak A.S. dan memberi waktu bagi sekutu untuk merespons semisal terjadi perang dengan Tiongkok.

“Anda bisa mengatakan bahwa Jepang sedang membalik keunggulan posisi Tiongkok,” kata Yoshihara.

“Alih-alih A2/AD, kami menggunakan frasa ‘supremasi maritim dan superioritas udara,’ ” kata Yosuke Isozaki, penasihat keamanan pertama Abe hingga September 2015 dan penulis utama strategi pertahanan nasional yang diterbitkan pada tahun 2013 yang menyertakan frasa ini untuk pertama kalinya.

“Pemikiran kami adalah bahwa kami ingin dapat memastikan supremasi maritim dan superioritas udara yang sesuai dengan militer A.S.,” tambahnya.

“Setiap tren militer Jepang akan menimbulkan perhatian cermat dan kegelisahan negara-negara tetangga di Asia,” kata Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok kepada Reuters melalui email saat membalas pertanyaan tentang strategi pulau Jepang.

saham