Kapal sumbangan A.S. meningkatkan kehadiran Filipina di Laut Cina Selatan

Kapal sumbangan A.S. meningkatkan kehadiran Filipina di Laut Cina Selatan

Staf FORUM

Kapal perang tercepat dan terhebat di Angkatan Laut Filipina adalah BRP Gregorio del Pilar. Di antara tugas-tugas lainnya, kapal ini melakukan patroli di Laut Cina Selatan.

Kapal ini dulunya merupakan kapal kelas cutter Pasukan Penjaga Pantai A.S. sampai Amerika Serikat menyumbangkannya ke Filipina pada tahun 2011. Di kalangan rakyat Filipina, kapal fregat ini paling dikenal dalam ketegangan pada tahun 2012 dengan sepasang kapal Tiongkok di dekat Scarborough Shoal yang disengketakan di Kepulauan Spratly, demikian menurut beberapa laporan media.

Tak lama lagi, kapal itu akan ditemani oleh kapal A.S. yang hampir identik.

Bukan kebetulan bahwa ketika Presiden A.S. Barack Obama tiba di Manila untuk menghadiri KTT tahunan forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada November 2015, perhentian pertamanya adalah BRP Gregorio del Pilar. Liputan berita menggambarkan secara luas kunjungannya di sana sebagai langkah simbolis yang dimaksudkan untuk mengimbangi klaim teritorial agresif Tiongkok di Laut Cina Selatan.

Berbicara di atas kapal fregat tersebut, diapit oleh Pelaut berseragam Filipina, Obama mengumumkan bahwa A.S. akan menyerahkan dua kapal lagi yang sudah dinonaktifkan kepada Filipina. Salah satunya adalah kapal jenis cutter milik penjaga pantai untuk “patroli daya tahan panjang,” kata Presiden A.S., demikian menurut surat kabar The Sydney Morning Herald.

“Obama tidak pernah menyebutkan nama Tiongkok saat dia berdiri di depan BRP Gregorio del Pilar, yang dulunya merupakan kapal fregat milik A.S., tetapi penerima yang dimaksud dari pesannya itu sangat jelas,” tulis The Associated Press. “Ketika ketegangan regional dengan Tiongkok telah memanas dalam beberapa tahun terakhir ini, A.S. telah mencari cara simbolis untuk melawan klaim Beijing di wilayah tersebut tanpa menempatkan dirinya dalam konfrontasi langsung dengan bangsa digdaya tersebut.”

A.S. mentransfer Boutwell, kapal kelas cutter yang sudah berusia 47 tahun milik Pasukan Penjaga Pantai A.S., kepada Angkatan Laut Filipina, demikian menurut lembar fakta Gedung Putih. Boutwell merupakan kapal ketiga di kelasnya yang dikirimkan oleh A.S. ke Filipina dalam beberapa tahun terakhir ini, bersama dengan kapal kembarannya yaitu BRP Gregorio Del Pilar dan BRP Ramon Alcaraz. A.S. juga sedang mengirimkan kapal penelitian angkatan laut.

Laksamana Muda Leopoldo Alano, komandan Armada Filipina, memprediksi bahwa kapal baru itu akan tiba sekitar tahun 2016, mudah-mudahan sebelum Presiden Filipina Benigno Aquino III menanggalkan jabatannya, demikian menurut situs web berita The Diplomat.

Isu ambisi teritorial Tiongkok di Laut Cina Selatan tidak berada dalam agenda resmi pertemuan puncak tahunan APEC, tetapi dilaporkan mendominasi pembicaraan diplomatik yang terjadi di sela-sela KTT tersebut. Sejumlah perkembangan penting terjadi:

—        Indonesia meminta agar Tiongkok mengklarifikasi apakah benar-benar mencoba untuk mengklaim Kepulauan Natuna yang dikuasai oleh Indonesia di tepi bagian selatan Laut Cina Selatan, demikian menurut Reuters. Indonesia memperingatkan bahwa negara ini bisa membawa kasus itu ke pengadilan internasional, seperti yang dilakukan oleh Filipina.

—        Jepang membahas untuk memasok Filipina dengan pesawat yang digunakan untuk melakukan patroli di laut yang disengketakan, demikian lapor Reuters.

—        Vietnam dan Filipina, dua negara yang khawatir dengan klaim Tiongkok di Laut Cina Selatan, membentuk kemitraan strategis yang ditujukan untuk memperkuat kerja sama maritim mereka, demikian lapor The Associated Press.

saham