Jepang mengerahkan pasukan di dekat kepulauan yang disengketakan

Jepang mengerahkan pasukan di dekat kepulauan yang disengketakan

The Associated Press

Wakil menteri pertahanan Jepang bertemu dengan walikota sebuah pulau di bagian selatan pada akhir November 2015 untuk mendapatkan dukungannya terhadap rencana pengerahan ratusan prajurit di wilayah tersebut, termasuk kepulauan Laut Cina Timur di dekatnya yang disengketakan.

Wakil Menteri Pertahanan Kenji Wakamiya bertemu di Ishigaki dengan Walikota Yoshitaka Nakayama untuk menjelaskan rencana guna mengerahkan sekitar 500 prajurit darat di pulau itu dimulai pada tahun 2019, demikian kata pejabat kementerian. Para prajurit itu akan dikerahkan untuk tanggap darurat semisal terjadi infiltrasi di kepulauan terdekat atau untuk pertahanan rudal.

Ishigaki memiliki yurisdiksi atas Kepulauan Senkaku yang dikendalikan oleh Jepang, yang juga diklaim Tiongkok dan disebut sebagai Kepulauan Diaoyu.

Jepang telah meningkatkan kesiapsiagaan pertahanannya, terutama di kepulauan di wilayah barat daya negara itu, di tengah meningkatnya kekuatan militer Tiongkok dan seringnya Tiongkok melakukan patroli di dekat kepulauan yang disengketakan. Tiongkok dan ambisi senjata nuklir dan rudal Korea Utara merupakan masalah kekhawatiran utama bagi keamanan Jepang.

Pemerintah agresif pimpinan Perdana Menteri Shinzo Abe memberlakukan undang-undang keamanan baru pada September 2015, meskipun kritik luas bahwa undang-undang itu melanggar konstitusi anti-perang Jepang.

Jepang sudah membangun pangkalan di pulau terdekat yaitu Yonaguni untuk mengerahkan 150 prajurit pemantauan pesisir dan berencana untuk mengerahkan ratusan prajurit lainnya di pulau Miyako dan Amamioshima pada tahun 2018.

Statistik penjaga pantai Jepang menunjukkan bahwa kapal pemerintah Tiongkok telah memasuki wilayah perairan yang diklaim Jepang di sekitar kepulauan yang disengketakan antara empat hingga 28 kali sebulan, dan mendekati perairan itu hampir setiap hari sejak Jepang menasionalisasi beberapa pulau yang disengketakan pada September 2012.

Hubungan antara kedua negara, yang memiliki ekonomi terbesar kedua dan ketiga di dunia, juga mengalami ketegangan oleh karena sejarah Perang Dunia II mereka, pengembangan endapan gas bawah laut di daerah-daerah di dekat kepulauan yang disengketakan, dan isu-isu lainnya.

Jepang dan Tiongkok akan mengadakan pembicaraan keamanan maritim di Xiamen pada Desember 2015 untuk membahas beberapa isu yang masih harus diselesaikan dan cara-cara untuk menghindari masalah keamanan, demikian menurut laporan media Jepang.

saham