• Home »
  • Cerita populer »
  • TANYA JAWAB: Apa dampak dari kapal A.S. yang berlayar di dekat pulau yang diduduki oleh Tiongkok?
TANYA JAWAB: Apa dampak dari kapal A.S. yang berlayar di dekat pulau yang diduduki oleh Tiongkok?

TANYA JAWAB: Apa dampak dari kapal A.S. yang berlayar di dekat pulau yang diduduki oleh Tiongkok?

The Associated Press

Beijing bereaksi keras terhadap kapal perang A.S. yang berlayar di dekat salah satu pulau yang baru dibuatnya di daerah yang disengketakan di Laut Cina Selatan pada akhir Oktober 2015. Tindakan tersebut tidak memicu konfrontasi atau membatalkan aktivitas pembangunan pulau yang dilakukan Tiongkok, tetapi mengirimkan pesan berprofil tinggi kepada Beijing dan sekutu A.S. bahwa Washington ingin menguji penegasan kedaulatan Tiongkok dan menjamin kebebasan navigasi.

Beberapa pertanyaan dan jawaban:

APA DAMPAKNYA?

Seperti dalam insiden sebelumnya, Beijing besar kemungkinan menyuarakan kemarahannya untuk sementara waktu, sebelum menegaskan kembali kebijaksanaan pendekatan penuh perhitungan pemerintahnya terhadap hubungan pentingnya dengan A.S. Akan tetapi, reaksi mudah tersinggung ini menggarisbawahi ketegangan di wilayah penting dan strategis tempat perlintasan sekitar sepertiga dari perdagangan global. Gesekan semacam ini cenderung memburuk ketika fokus baru Washington pada Asia mengganggu penegasan klaim Beijing yang semakin kuat terhadap hampir seluruh laut serta pulau, terumbu karang, dan atolnya. Tiongkok mengatakan bahwa klaim kedaulatannya tidak bertentangan dengan hak-hak negara lain untuk beroperasi di Laut Cina Selatan, meskipun Kementerian Pertahanan Tiongkok menuduh A.S. menyalahgunakan hak-hak itu.

APA YANG DILAKUKAN ANGKATAN LAUT A.S.?

Manuver itu sendiri relatif jinak. Angkatan Laut A.S. mengirim kapal perusak yang dilengkapi rudal kendali USS Lassen melewati sebuah pulau buatan yang dibuat di atas Subi Reef di kepulauan Spratly. Rute itu berada dalam 22 kilometer batas teritorial yang mungkin diklaim Tiongkok di sekitar karang tersebut. Akan tetapi, hukum internasional mengizinkan kapal perang “melintas secara damai” melalui laut teritorial negara lain tanpa memerlukan pemberitahuan terlebih dahulu, dan tidak ada indikasi bahwa kapal tersebut melakukan hal lainnya selain melewatinya semata. Namun, A.S. mengatakan jauh-jauh hari sebelumnya bahwa perjalanan itu ditujukan untuk menantang klaim Tiongkok bahwa pulau-pulau yang baru dibuatnya adalah wilayah kedaulatannya.

MENGAPA ANGKATAN LAUT MENGAMBIL TINDAKAN?

Pelayaran melintasi wilayah itu dimaksudkan untuk memperkuat desakan Washington pada kebebasan navigasi dan penerbangan di atas Laut Cina Selatan. Bagian-bagian laut ini tidak hanya diklaim oleh Tiongkok tetapi juga oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam. Selagi A.S. mengatakan bahwa pihaknya tidak mengakui klaim kepemilikan tersebut, A.S. bersikeras bahwa pulau-pulau buatan manusia yang telah dibuat Tiongkok bukan merupakan wilayah kedaulatan dan Tiongkok tidak dapat mengklaim laut teritorial. Sampai status hukum Laut Cina Selatan terselesaikan secara tuntas, insiden tersebut “akan terus berlanjut,” kata pakar Tiongkok di Akademi Angkatan Laut A.S. Yu Maochun.

BAGAIMANA TIONGKOK MENANGGAPINYA?

Tiongkok marah, mengatakan bahwa pelayaran tersebut ilegal dan melanggar kedaulatan Tiongkok dan bahwa pelayaran tersebut mengancam keamanan pulau dan kawasan tersebut. Tiongkok mengatakan bahwa manuver tersebut akan memengaruhi hubungan Tiongkok-A.S. dan memanggil Duta Besar Amerika Max Baucus di Beijing untuk mengajukan protes tingkat tinggi. Tidak jelas atas dasar apa Tiongkok mengklaim bahwa pelayaran tersebut ilegal, sebagian karena Tiongkok tidak pernah mengklarifikasi dasar klaim terhadap wilayah di Laut Cina Selatan. Tanggapan Tiongkok — sejauh ini terbatas hanya pada retorika — menunjukkan Beijing diam-diam mungkin mengakui kebebasan navigasi di daerah itu, tapi “tidak ingin A.S. mempraktikkannya secara berkala,” kata Phillip Saunders, direktur Pusat Studi Urusan Militer Tiongkok di Universitas Pertahanan Nasional A.S..

BAGAIMANA DENGAN TANGGAPAN MASYARAKAT TIONGKOK?

Forum Internet Tiongkok memanas dan menyerukan tindakan keras terhadap A.S. Surat kabar resmi China Daily menerbitkan sebuah editorial yang menuduh Washington “mengacaukan perairan sehingga menimbulkan risiko gangguan perdamaian dan stabilitas regional” dan menggunakan paksaan untuk menantang apa yang disebut Tiongkok sebagai klaim teritorial yang sah. Sentimen publik sangat mendukung Tiongkok untuk menampilkan superioritas militer dalam menghadapi tindakan pembangkangan yang dilakukan negara penggugat lainnya, terutama Filipina dan Vietnam, meskipun Beijing sejauh ini menghindari eskalasi militer. Antusiasme atas Laut Cina Selatan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sentimen negatif terhadap saingan lamanya Jepang. Tiongkok bersaing dengan Jepang untuk menguasai pulau-pulau tak berpenghuni di Laut Cina Timur.

APA IMPLIKASI JANGKA PANJANGNYA?

Tiongkok telah mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengerjakan proyek pembangunan pulau yang sedang berjalan saat ini, termasuk pembangunan gedung, pelabuhan, dan landasan udara di atasnya. Akan tetapi, sekutu regional Washington telah terdorong oleh pertunjukan kekuatan yang digelar oleh A.S. tersebut setelah menghangatkan hubungan militernya dengan Filipina, mantan musuhnya Vietnam, dan negara lain. Tindakan itu mungkin mempertegas kebulatan tekad negara-negara tetangga Tiongkok untuk melawan ketegasan Beijing. Pemain lain di wilayah ini, termasuk Singapura dan Indonesia, bersikap waspada agar tidak terperangkap dalam sengketa yang semakin tajam antara Washington dan Beijing, dan semua pihak menyerukan negosiasi untuk mencapai solusi jangka panjang guna mencegah kemungkinan terjadinya konflik.

saham