Filipina: Aturan kokpit dua awak ditetapkan

Filipina: Aturan kokpit dua awak ditetapkan

Filipina pada April 2015 menjadi negara terbaru yang mewajibkan dua awak maskapai penerbangan untuk selalu berada dalam kokpit setelah kopilot pesawat Jerman dengan sengaja menabrakkan pesawatnya pada Maret 2015.

Otoritas Penerbangan Sipil Filipina mengumumkan keputusannya setelah penyidik menyimpulkan bahwa kopilot Germanwings, Andreas Lubitz, dengan sengaja menabrakkan pesawatnya ke Pegunungan Alpen Prancis setelah mengunci pintu kokpit sehingga tidak bisa diakses koleganya. Total 150 penumpang tewas.

“Untuk pesawat yang disertifikasi untuk dua pilot, satu anggota awak penerbangan, sebaiknya laki-laki tetapi tidak harus pilot, wajib berada di dalam dek penerbangan seandainya salah satu pilot meninggalkan dek penerbangan untuk alasan pribadi,” demikian bunyi peraturan.

Direktur jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Filipina, William Hotchkiss, mengatakan bahwa semua operator pesawat udara harus merevisi pedoman operasi mereka untuk mematuhi peraturan baru ini.

Banyak maskapai penerbangan di seluruh dunia telah memperkenalkan aturan dua orang sejak tragedi 24 Maret 2015. Penyidik kecelakaan udara Prancis mengumumkan pada April 2015 bahwa informasi dari perekam data penerbangan pesawat yang naas itu telah mengonfirmasi temuan sebelumnya bahwa kopilot bertindak dengan sengaja.

Agence France-Presse

saham