Pasukan Filipina menyerbu kelompok militan

Pasukan Filipina menyerbu kelompok militan

The Associated Press

Ratusan tentara Filipina melancarkan serangan pada September 2015 untuk menangkap sedikitnya enam militan Islam asing dan sekutu pemberontak Abu Sayyaf dalam upaya terbaru mereka untuk menghancurkan ekstremis yang terkait dengan Al-Qaeda, demikian ungkap seorang komandan militer.

Brigjen Angkatan Darat Allan Arrojado mengatakan bahwa sekitar 1.000 orang pasukan marinir dan Angkatan Darat bentrok dengan sekitar 30 orang pemberontak bersenjata Abu Sayyaf pada awal serangan di dekat sebuah desa terpencil di kota pegunungan Patikul di provinsi Sulu. Para militan meletakkan bom rakitan, salah satunya meledak, ketika pasukan pemerintah baku tembak dengan mereka, demikian ungkap Arrojado yang menambahkan bahwa tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa dari kedua belah pihak.

Enam militan asing itu mungkin berasal dari Indonesia dan Malaysia, dan diyakini memberikan pelatihan pembuatan bom dan pelatihan lainnya kepada Abu Sayyaf di Sulu dan provinsi pulau di dekatnya yaitu Basilan, tempat mereka pertama kalinya dipantau oleh petugas intelijen militer, demikian ungkapnya.

Tujuh komandan Abu Sayyaf juga menjadi sasaran dalam serangan di Patikul dan kota Talipao yang ada di dekatnya, juga di Sulu, provinsi miskin yang mayoritas berpenduduk Muslim di wilayah paling selatan negara itu, tempat Abu Sayyaf, penjahat, kelompok pemberontak Muslim lainnya telah mengalami pasang surut serangan pemerintah selama bertahun-tahun.

Kelompok Abu Sayyaf muncul di awal tahun 1990-an sebagai sebuah cabang dari pemberontakan separatis Muslim selama puluhan tahun di bagian selatan negara yang didominasi pengikut Katolik Roma ini. Akan tetapi, sebagian besar militan buruh tani ini kehilangan komandan utama mereka di awal pertempuran sehingga membuat kelompok ini menempuh jalan ekstremisme kekerasan dan kriminalitas.

Kelompok Abu Sayyaf diperkirakan memiliki sekitar 400 orang pasukan bersenjata saat ini, dibagi menjadi beberapa faksi, yang terutama tumbuh dengan suburnya melalui upaya penculikan guna mendapatkan uang tebusan, pemerasan, dan tindak kejahatan lainnya. Pasukan kontraterorisme A.S. mulai memberikan bimbingan dan pelatihan tempur serta senjata untuk pasukan Filipina yang memerangi Abu Sayyaf pada tahun 2002.

Militer A.S. menonaktifkan satuan tugas kontraterorismenya di bagian selatan Filipina pada Februari setelah membantu militer Filipina memperlemah kekuatan Abu Sayyaf dan menetralisasi beberapa pendukung asing mereka.

saham