Korea Selatan dan Filipina Menandatangani Pakta untuk Melindungi Informasi Rahasia

Korea Selatan dan Filipina Menandatangani Pakta untuk Melindungi Informasi Rahasia

The Associated Press

Kepala pertahanan Korea Selatan dan Filipina menandatangani kesepakatan pada September 2015 untuk mengatur dan melindungi pertukaran informasi militer rahasia mengenai keamanan regional, termasuk potensi permusuhan antara kedua Korea yang bermusuhan.

Departemen Pertahanan Filipina mengatakan bahwa kesepakatan lima tahun tersebut, yang ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Korea Selatan Han Minkoo dan Menteri Pertahanan Filipina Voltaire Gazmin, akan memungkinkan pemerintah Manila untuk mengetahui dengan lebih baik tentang perkembangan di Semenanjung Korea guna melindungi ribuan pekerja Filipina di wilayah yang mengalami ketegangan tersebut.

“Keselamatan dan pemulangan warga Filipina yang berada di Republik Korea akan menjadi perhatian penting Filipina ketika kondisi darurat meletus antara kedua Korea,” kata departemen pertahanan Filipina dalam sebuah pernyataan.

Sekitar 50.000 warga Filipina tinggal dan bekerja di Korea Selatan, dan beberapa berada di Korea Utara. Sekitar sepersepuluh dari 100 juta warga Filipina telah meninggalkan negara Asia Tenggara yang miskin ini untuk mencari pekerjaan dan peluang yang lebih baik, dan banyak di antara mereka terjebak dalam konflik bersenjata dalam beberapa tahun terakhir ini, termasuk di Timur Tengah.

Dalam konferensi pers setelah pembicaraan dengan Gazmin, Han menyatakan dukungan bagi upaya militer Filipina untuk memodernisasi dan mengatakan bahwa Seoul siap untuk mengintensifkan hubungan pertahanan dengan Manila.

Militer Filipina yang mengalami kekurangan dana secara tradisional bergantung pada dukungan Amerika Serikat, sekutu lamanya, untuk memasok alutsista militer. Tapi negara ini telah berpaling ke negara-negara lain, termasuk Korea Selatan, ketika negara ini bergegas untuk membangun kembali Angkatan Udara dan Angkatan Lautnya yang mengalami kekurangan persenjataan di tengah meningkatnya perseteruan wilayah dengan Tiongkok.

Perusahaan Korea Selatan akan mengantarkan dua pesawat jet tempur pertama dari selusin pesawat jet tempur untuk militer Filipina akhir tahun ini. Filipina sudah tidak memiliki pesawat jet tempur sejak negara ini menonaktifkan pesawat jet tempur F-5 uzurnya pada tahun 2005.

Ketika ditanya tentang penilaiannya tentang keamanan regional, Han membahas isu sengketa teritorial di Laut Cina Selatan dengan hati-hati. Korea Selatan memandang “dengan minat yang besar” wilayah yang disengketakan, tempat sekitar 90 persen lalu lintas perdagangan minyak bumi Seoul dan 30 persen lalu lintas transit perdagangannya, demikian katanya. Sengketa tersebut telah berlangsung di daerah tempat kerja sama ekonomi telah diperdalam “tapi kerja sama keamanan masih belum dioptimalkan” dalam sebuah fenomena yang disebut “paradoks Asia.”

“Menurut pendapat saya, negara-negara yang terkait dengan daerah ini dan situasi ini seharusnya memecahkan situasi ini berdasarkan sikap saling menghormati kedaulatan masing-masing negara … dan saling memahami perspektif masing-masing negara,” kata Han kepada jurnalis.

saham