Jumlah Penduduk Dunia akan Mencapai 8,6 Miliar pada 2030, kata P.B.B.

Jumlah Penduduk Dunia akan Mencapai 8,6 Miliar pada 2030, kata P.B.B.

U.N. News Service

Penduduk dunia diproyeksikan akan mencapai 8,5 miliar pada 2030, 9,7 miliar pada 2050, dan 11,2 miliar pada 2100, demikian menurut laporan baru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diterbitkan 29 Juli 2015. Penduduk dunia saat ini berkisar 7,3 miliar jiwa.

India diperkirakan akan melampaui Tiongkok sebagai negara dengan penduduk terpadat pada 2022, dan Nigeria akan menjadi negara dengan penduduk terpadat ketiga di dunia pada 2050. Antara tahun 2015 dan 2050, setengah dari pertumbuhan penduduk dunia akan terjadi di sembilan negara: India, Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Etiopia, Tanzania, Amerika Serikat, Indonesia, dan Uganda, demikian proyeksi laporan P.B.B.

“Sebagian besar dari proyeksi pertambahan penduduk dunia terjadi di beberapa negara dengan tingkat fertilitas tinggi, terutama di Afrika, atau negara-negara yang sudah memiliki banyak penduduk,” ungkap laporan “2015 Revision of World Population Prospects,” putaran ke-24 dari perkiraan dan proyeksi penduduk resmi P.B.B., yang dikeluarkan oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial P.B.B.

Saat ini, Tiongkok dan India tetap menjadi dua negara terbesar di dunia, masing-masing memiliki lebih dari 1 miliar penduduk yang mewakili 19 dan 18 persen penduduk dunia. Dari 10 negara terbesar di dunia saat ini, lima di antaranya berada di Asia: Bangladesh, Tiongkok, India, Indonesia, dan Pakistan, demikian kata laporan itu.

Laporan tersebut juga memperkirakan bahwa pada 2050, penduduk di enam negara — Tiongkok, India, Indonesia, Nigeria, Pakistan, dan Amerika Serikat — diperkirakan melampaui 300 juta jiwa.

Negara-negara anggota P.B.B. sedang dalam proses menyusun agenda pengganti dari Sasaran Pembangunan Milenium, yang akan berakhir pada akhir tahun 2015. Kerangka kerja baru, yang berfokus pada pemberantasan kemiskinan, inklusi sosial, dan pelestarian kesehatan planet, akan diadopsi pada pertemuan khusus P.B.B. di New York pada September 2015.

Memahami perubahan demografis yang akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang “merupakan kunci bagi desain dan implementasi agenda pembangunan yang baru,” kata Wu Hongbo, wakil sekretaris P.B.B. untuk urusan ekonomi dan sosial.

Adaptasi dari artikel U.N. News Centre. Untuk cerita lengkap harap lihat www.un.org/news

saham