India menandatangani perjanjian perdamaian dengan separatis suku militan

India menandatangani perjanjian perdamaian dengan separatis suku militan

REUTERS

Pada awal Agustus, India menandatangani perjanjian damai dengan kelompok separatis suku terkemuka di wilayah terpencil timur laut negara itu yang telah mengobarkan perang gerilya selama enam dekade melawan pemerintahan pusat dari New Delhi.

Pejabat pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi menandatangani kesepakatan dengan faksi National Socialist Council of Nagaland’s Isak-Muivah (NSCN-IM), salah satu dari beberapa kelompok separatis yang aktif di wilayah terpencil dan terbelakang di bagian timur laut yang berbatasan Bangladesh, Bhutan, Myanmar dan Tiongkok.

NSCN-IM telah berjuang untuk mendirikan wilayah etnis Naga independen yang menyatukan bagian-bagian pegunungan timur laut dengan daerah tetangga Myanmar, tempat kelompok ini menjalankan pemerintahan di pengasingan. Setidaknya satu faksi Naga lainnya masih berperang dengan New Delhi.

New Delhi dan NSCN-IM telah melakukan pembicaraan sejak tahun 1997.

“Kami membuat awal yang baru hari ini … 60 tahun adalah waktu pertempuran yang panjang, luka yang dalam,” kata Modi pada konferensi pers yang disiarkan televisi bersama dengan Sekretaris Jenderal NSCN-IM Thuingaleng Muivah, salah satu pendiri kelompok pemberontak itu.

Ketentuan perjanjian itu masih belum diketahui. Pemerintahan Modi mengatakan bahwa pihaknya ingin mengembangkan wilayah itu, yang telah lama merasa diabaikan oleh negara, dengan menggelontorkan dana pembangunan dan membangun infrastruktur yang lebih baik.

“Sejak menjadi perdana menteri, perdamaian, keamanan, dan transformasi ekonomi di daerah timur laut telah menjadi salah satu prioritas tertinggi saya. Hal itu juga menjadi inti kebijakan luar negeri saya, terutama Bertindak ke Timur,” kata Modi, mengacu pada upaya untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan Asia Tenggara.

Militan di bagian timur laut telah meningkatkan serangan terhadap Angkatan Bersenjata India tahun ini. Gerilyawan menewaskan 20 orang prajurit di negara bagian Manipur, yang berbatasan dengan Nagaland, pada Juni dalam serangan paling mematikan terhadap pasukan keamanan di daerah itu dalam dua dekade.

Kerusuhan tersebut telah menewaskan lebih dari 170 orang, sebagian besar dari mereka adalah gerilyawan, di timur laut tahun ini, demikian menurut South Asia Terrorism Portal. Tahun lalu, 465 orang tewas.

Kekerasan militan mengalami penurunan di India, namun negara ini masih berjuang menghadapi separatis di negara bagian Kashmir yang disengketakan dan di timur laut, serta kelompok yang terinspirasi gerakan Maois yang beroperasi di sepanjang bagian timur.

“Pemberontakan tertua kami berhasil diselesaikan — itu adalah sinyal bagi kelompok-kelompok kecil lainnya untuk menyerahkan senjata,” kata Modi pada upacara penandatanganan di kediaman resminya.

saham